Ubur-Ubur Menghilang dari Pantai Gunungkidul, Wisatawan Tetap Waspada
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Beberapa sub kontraktor dari PT Trisna Karya meminta kejelasan terkait keberlanjutan pembangunan rumah sakit tipe D di Kecamatan Sentolo, Kulonprogo. Sejak beberapa hari lalu, mereka mengaku sudah berhenti bekerja dan merumahkan sejumlah karyawannya.
"Tidak ada pemberitahuan secara resmi, apa proyek ini berhenti apa akan terus berlanjut," kata Toni, sub kontraktor mekanikal eletrik, ketika ditemui di area bangunan rumah sakit, Sabtu (1/2/2014).
Dia mengaku tidak tahu pasti alasan kenapa proyek ini menjadi tidak jelas kelangsungannya. Apalagi, dia hanya mendapatkan sedikit pemberitahuan jika kontraktor sedang kesulitan dana, sehingga tidak sanggup menalanginya untuk kelangsungan pembangunan rumah sakit.
"Alasannya, sedang kekurangan dana dan diminta untuk bersabar. Tapi sampai kapan, apakah kami harus menunggu terus? Anak isteri kami juga butuh makan," keluh dia.
Berdasarkan pantauan, proses pembangunan rumah sakit sejak beberapa hari lalu. Tepatnya, sejak 16 Januari yang lalu, tapi oleh tim kontraktor dan pengawas pembuatan kebijakan (PPK) baru menyatakan proyek ini berhenti sementara waktu sejak Kamis (30/1) lalu.
"Sejak setengah bulan lalu, kami tidak ada yang bisa dikerjakan. Ya saat ini yang kami lakukan hanya nongkrong-nongkrong sambil minum kopi," katanya.
Dia berharap, pihak-pihak yang berkepentingan segera memberi kejelasan terkait kelanjutan proyek ini. Dia berjanji, sebagai wakil dari beberapa sub kontraktor mengaku bisa menyelesaikan proyek ini dalam waktu 2 minggu. Hanya, sampai saat ini dengan alasan kekurangan dana proyek ini mandek begitu saja.
"Jangankan sampai Maret, kalau ada dana kami bisa menyelesaikan selama 2 pekan," tegas dia.
Tak jauh berbeda diungkapkan Imam, sub kontraktor lainnya. Menurut dia, kejelasan proyek ini harus segera diselesaikan, jangan dibiarkan mengambang tanpa kepastian yang jelas.
"Kami masih menunggu kelanjutannya. Apakah akan lanjut, atau berhenti. Ya kalau memang tidak lanjut harus diselesaikan kewajiban administrasinya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Kamis 17 September 2026 lengkap dengan lokasi pelayanan dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C
KPK mendalami dugaan mahasiswa titipan dalam penerimaan maba Unsoed dengan memeriksa tiga wakil rektor dan empat saksi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 17 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Kemenkeu masih membahas kelanjutan perombakan pejabat DJP dan DJBC, termasuk proses penunjukan serta pelantikan pejabat.
Pemerintah mulai menerapkan Strategic Trade Management atau STM di sektor nuklir sebagai tahap awal sistem pengawasan perdagangan strategis.