56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Harianjogja.com, JOGJA- Revitalisasi pasar yang akan dilakukan pada sejumlah pasar di Jogja, tidak akan mengubah bentuk dan ukuran.
Untuk itu, para pedagang tidak usah khawatir, karena nanti mereka akan tetap menjadi pemilik dan penggunanya. “Yang menjadi prioritas tetap pedagang yang lama berada di area pasar,” jelasnya, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Jogja, Maryustion Tonang, Rabu (5/2/2014).
Tak hanya itu, lanjut dia, dalam pembuatan denah awal pembangunan, pedangan juga ikut dilibatkan. Dia mencontohkan, pada revitalisasi Pasar Telo, kebanyakan pedagang meminta agar lantai tidak dikeramik.
Alasanya, karena licin dan nanti malah akan menimbulkan risiko dalam beraktivitas.
“Ya kami menampung semua aspirasi yang masuk. Dan kami juga akan mengakomodasi keinginan mereka. Kan ini untuk kebaikan mereka juga,” katanya.
Ditambahkanya, revitalisasi ini sesuai dengan visi Dinas Pengelolaan Pasar untuk mewujudkan pasar tradisional dengan pengelolaan modern sebagai pusat pengembangan ekonomi wisata edukasi.
Program ini merupakan rencana jangka pendek di 2012-2016 dengan tujuan utama memperkuat perekonomian berbasis ekonomi keraykatan.
“Perlahan-lahan kami akan memperbaiki seluruh pasar yang ada. Tapi harus bertahap dan tidak bisa dilakukan secara serempak,” ungkapnya.
Untuk diketahui, pada tahun 2014 akan merevitalisasi 3 pasar tradisional, di antaranya Pasar Kranggan, Pasar Telo dan Pasar Giwangan. Adapun dana yang disiapkan untuk progam tersebut sebesar Rp8,2 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.