GUNUNG KELUD MELETUS : Pasar di Jogja Sepi, Makanan Pabrik Diburu

14 Februari 2014 17:11 WIB Mediani Dyah Natalia Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Hujan abu Gunung Kelud yang melanda Jogja mengakibatkan aktivitas tiga pasar tradisional sepi. Pasokan bahan panganan diperkirakan akan terganggu sedangkan makanan pabrikan justru menjadi buruan.

“Hari ini saat melakukan pantauan langsung ke lapangan, aktivitas di tiga pasar seperti Pasar Kranggan, Pasar Demangan dan Pasar Beringharjo sangat sepi,” jelas Pengawas Peredaran Barang dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM DIY, Sugiyono, Jumat (14/2/2014).

Menurut Sugiyono sepinya pasar tradisional merupakan dampak pertama yang ditimbulkan abu vulkanik Gunung Kelud. Dampak kedua yang dirasakan ialah arus pengadaan dan penyaluran kebutuhan pangan yang keluar masuk DIY terganggu. Sebab jarak tempuh yang harus dikirim melalui jalan darat masih terganggu abu vuklanik.

Persoalan ini, kata dia, juga berdampak pada masih enggannya petani atau produsen pertanian untuk berjualan. Sebagian di antara mereka masih memilih bertahan dulu sembari mengamati situasi Gunung Kelud terbaru.

Dampak lain yang akan terasa ialah lonjakan harga bahan makanan, terutama sayur mayur. Adapun, tegas dia, sebelum erupsi Gunung Kelud (13/2/2014) malam, harga sayur mayur di DIY mengalami naik turun karena cuaca cukup ekstrim. Persoalan ini diperkirakan juga dapat mempengaruhi kualitas sayur mayur seperti tomat, kubis, kol, wortel dan yang lain.

Terakhir, kata dia, bahan makanan atau makanan pabrikan seperti mie instan, susu, sarden, kornet, ikan asin dan produk yang lain akan diburu. Permintaan yang tinggi ini juga dapat mengakibatkan lonjakan harga pada bahan makanan atau makanan pabrikan.