Hujan Abu, Pedagang di Kulonprogo Tetap Jualan

Sabtu, 15 Februari 2014 14:36 WIB
Hujan Abu, Pedagang di Kulonprogo Tetap Jualan

DEBU KUTOARJO Warga beraktivitas meskipun debu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud masih menutupi Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (15/2). Dampak letusan tersebut, tidak hanya terasa di Kediri dan Blitar namun juga di daerah lainnya di Jawa Tengah dan Jawa Barat. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sekalipun debu vulkanik menyelimuti seluruh area di Kulonprogo, aktivitas jual beli masih terlihat di beberapa pasar di Kulonprogo, Jumat (14/2/2014).

Beberapa pedagang sayur dengan memakai masker tetap menggelar dagangannya di Pasar tradisional Sentolo dan Pasar Wates. Sementara, penjual yang memilih untuk tidak berjualan adalah pemilik kios.

Harsini, 55, pedagang sayur di Pasar Tradisional Sentolo, mengaku tetap nekat berjualan karena desakan ekonomi. “Kalau tidak berjualan nanti tidak dapat uang untuk hari ini,” katanya.

Beberapa petani, sebutnya, juga menyetor hasil bumi ke pasar sekalipun jalan penuh debu.

Kendati demikian, ia tidak menampik jika jumlah pembeli menurun drastis. Kemungkinan, kata dia, pembeli juga enggan keluar rumah karena kondisi jalan yang berdebu dan gelap.

Ia berharap, kondisi segera pulih dan kembali seperti semula.

Hal senada juga diutarakan, Saniyem, 60, pedagang sayur di pasar Wates. Menurutnya, tidak perlu terganggu dengan kondisi jalan berdebu karena berjualan adalah aktivitasnya sehari-hari. “Semoga besok segera pilih,” tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online