MEGAPROYEK KULONPROGO : Pemkab Yakin Pabrik Bijih Besi Tak Ganggu Pelabuhan

15 Februari 2014 15:20 WIB Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo optimistis keberadaan pelabuhan Tanjung Adikarta tidak terganggu dengan pabrik bijih besi dan pembangunan bandara di Kulonprogo. Bahkan, pemkab yakin pelabuhan dapat beroperasi akhir 2014.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, menuturkan, persoalan overlapping dengan kontrak karya PT JMI sebagai pengelola pabrik bijih besi sudah selesai beberapa waktu lalu.

PT JMI sudah memaklumi persoalan kontrak karya dan dipastikan tidak ada masalah dengan keberadaan Pelabuhan Tanjung Adikarto. Saat ini, ia sedang menjaring investor yang berminat menanamkan modalnya di pelabuhan. “Salah satunya industri cool storage yang sifatnya mobile,” ujarnya, Jumat (14/2/2014).

Kepala Bappeda Kulonprogo, Agus Langgeng Basuki, menjelaskan, pengerukan sedang dilakukan sampai kedalaman 2,09 meter, sehingga kapal berbobot 30 grosston dapat berlabuh. Menurut dia, pengerukan dilakukan dari pintu masuk, yakni muara sungai Serang menuju alur pelabuhan.

Kepastian ini, kata dia, didapatkan setelah ada koordinasi antara Pemkab Kulonprogo dengan Pemerintah DIY yang diwakili oleh Assek II Andung Prihadi. Pertemuan yang dilaksanakan di Bappeda ini juga melibatkan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan, Disbudparpora, maupun DPU.

Terkait dengan pengembangan kawasan industri, imbuhnya akan diarahkan di utara pelabuhan. “Kawasan industri ini sebagai tindak lanjut kunjungan Dirjen Pemerintahan Umum kemarin,” tandasnya.