ABU KELUD : Jangan Buang Abu ke Drainase

YOGYAKARTA MASIH DISELIMUTI ABURibuan rumah di kawasan Sungai Code, Yogyakarta, Sabtu ( 15/12) diselimuti abu vulkanik menyusul letusan Gunung Kelud. ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko
17 Februari 2014 00:22 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja Toto Suroto menuturkan banyak warga yang belum mengetahui cara membersihkan abu vulkanik.

Akibatnya, sejumlah warga memilih untuk menyemprotnya dengan air dan mendorongnya masuk
ke saluran drainase. "Padahal, ini akan menambah beban saluran karena bisa menjadi sedimen. Untuk itu kami minta mereka untuk tidak melakukan hal itu," ujar Toto, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan, abu vulkanik tersebut sebaiknya dibersihkan dengan membasahinya memakai air dan memasukkannya ke dalam karung serta membuangnya di tempat yang aman.

Selain itu, potensi hujan yang turun diperkirakan juga mampu menambah beban drainase karena abu vulkanik tersebut akan terbawa menuju saluran air.

"Untuk itu kami akan terjunkan petugas untuk membersihkan saluran drainase tersebut," jelasnya.

Pantauan di sejumlah jalan protokoler di Kota Jogja, Minggu, sejumlah abu vulkanik sudah mulai berkurang. Jika dalam dua hari sebelumnya abu masih terlihat di tengah jalan, kemarin telah berada di pinggir jalan.

Selain upaya penyemprotan yang dilakukan Pemkot bersama dengan petugas kepolisian dan TNI, warga juga membersihkan abu dengan jalan bergotong royong.

Mereka memilih membersihkan abu dengan jalan menyemprot sebelum akhirnya dimasukkan ke karung. "Nanti abunya akan diambil pihak Pemkot. Tidak kami masukkan ke saluran karena katanya mau dibawa oleh petugas," jelas Wawan, warga Mantrijeron, Jogja.