Bulan Ini, DPRD Bantul Lebih Banyak Kunker daripada Ngantor

21 Februari 2014 14:51 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Selama Februari 2014, DPRD Bantul banyak kegiatan di luar kantor, termasuk kunjungan kerja (kunker) ke luar Jawa. Terakhir, Rabu (19/2/2014) anggota Komisi B dan D kunker ke Bali.

Kunker DPRD Bantul bukan kali ini saja terjadi, sepanjang bulan ini, tercatat hampir setiap pekan para wakil rakyat itu plesir ke luar daerah.

Pada jadwal kegiatan DPRD Bantul sepanjang Februari tercatat, agenda kunker ke luar daerah, baik bertujuan studi banding maupun konsultasi selalu ada setiap pekan. Tetapi memang tidak semua anggota dewan berjumlah 45 orang berangkat kunker secara bersamaan.

Kunker keluar daerah tercatat pada 4-6 Februari, dilakukan oleh Panitia Khusus (Pansus) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebanyak 14 orang ke Surabaya.

Lalu sekitar 12 orang lainnya yang tergabung dalam Inisiator Raperda Administrasi Kependudukan juga hengkang ke Jakarta untuk berkonsultasi dengan pemerintah pusat.

Lalu pada 10-11 Februari konsultasi ke Jakarta juga dilakukan oleh sekitar 15 orang anggota Badan Legislasi (Banleg) dan dan Badan Kehormatan.

Kunker ke luar daerah sedianya dilanjutkan mulai 17 Februari lalu, namun karena bandara tutup akibat abu vulkanik Gunung Kelud, Kunker dilanjutkan lagi 19-28 Februari ke Bali, Nusa Tenggara Barat serta Sulawesi Tenggara setelah bandara beroperasi.

Kali ini dilaksanakan seluruh anggota dewan yang tergabung dalam Komisi A, B, C dan D. Hanya, kegiatan ini dilaksanakan bergilir.

Komisi B dan D berangkat lebih dulu pada Rabu (19/2/2014) sedangkan Komisi A dan C akan berangkat Selasa (25/2/2014). Masing-masing orang mendapat alokasi anggaran senilai Rp8 juta untuk kunker ke luar daerah. "Komisi-komisi punya waktu kegiatan [ke luar daerah] sampai 10 Februari 2014," terang Helmi Jamharis Sekretaris DPRD Bantul, Kamis (20/2/2014).

Alhasil, sepanjang Februari tercatat hanya lima hari kerja, para wakil rakyat itu masuk kantor seluruhnya. Di antaranya membahas Raperda, rapat fraksi serta sidang paripurna.

Ketua DPRD Bantul Tustiyani berdalih, kenapa kunker digelar setiap pekan serta dilakukan saat tanggap darurat belum selesai. Menurut dia, karena sudah terlanjur dijadwalkan. "Itu sudah dijadwalkan dan keputusan Badan Musyawarah," ujarnya.