Advertisement

Warga Sleman Sadar Membuang Sampah

Sabtu, 05 April 2014 - 15:15 WIB
Nina Atmasari
Warga Sleman Sadar Membuang Sampah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Pola pikir masyarakat untuk memperlakukan sampah sudah mulai berubah. “Sekarang sudah ada perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat dari yang selama ini melihat sampah sebagai sesuatu yang tidak berharga menjadi seperti melihat uang,” kata Camat Kalasan, Samsul Bachri, Jumat (4/4/2014) pagi.

Kecamatan Kalasan telah memiliki setidaknya 12 Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) mandiri. “Itu justru berawal dari kesadaran masyarakat. Pemerintah lalu menfasilitasi bantuan alatnya,” papar Samsul Bachri ditemui usai acara peresmian operasional TPS 3R "Purwo Berhati" di Bayen, Purwomartani, Kalasan, Jumat (4/4/2014).

Advertisement

Samsul Bachri berharap TPS 3R “Purwo Berhati” mampu menambah motivasi pengelolaan sampah secara mandiri, khususnya masyarakat Bayen. “Secara bertahap nantinya diharapkan setia dukuh bisa memiliki pengelolaan sampah,”katanya.

Sementara itu Ketua TPS 3R “Purwo Berhati” sekaligus Dukuh Bayen, Budi Isro’i mengatakan kesulitan terbesarnya saat ini adalah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah. “Selama ini mereka hanya tahu bagaimana cara membuangnya,” ucapnya.

Animo masyarakat terkait pemilahan sampah rumah tangga juga dinilai masih kurang. “Tujuan TPS ini salah satunya menampung sampah rumah tangga yang sudah terpilah, dan mengelola serta membuang residu ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” ujar Budi Isro’i.

TPS 3R “Purwo Berhati” mampu menampung sampah rumah tangga dari 600 kepala keluarga (KK). Bangunannya merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum senilai Rp 275 juta. Pengolahan sampah dauh menjadi pupuk organik, nantinya bukan hanya dimanfaatkan warga sekitar, melainkan juga dipasarkan.

“Pemasaran pupuk hasil olahan sampah baru menunggu uji laboratorium,” ucap Budi Isro’i.

Sembari menunggu hasil uji laboratorium, olahan pupuk organik tersebut diujicobakan pada tanaman stoberi di kebun samping TPS 3R “Purwo Berhati”.

Meski nantinya diharapkan mampu memberikan profit, pihak Kecamatan Kalasan mengingatkan agar masyarakat tidak hanya mengedepankan nilai bisnis semata. “Kalau berorientasi bisnis semata, tapi dusunnya tidak jadi lebih bersih ya tidak ada artinya juga,” kata Samsul Bachri.

Secara keseluruhan, Kabupaten Sleman memiliki 139 TPS. Jumlah tersebut, diharapkan Bupati Sleman, Sri Purnomo, akan terus bertambah. “Kegiatan mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat berharap bisa terus dikelola,” katanya. “Kalau di dusun ada pengelolaan sampah, mereka tidak akan membuang sampah sembarangan,” lanjutnya. (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Buaya Australia Masuk Perairan NTT Melalui Lautan, Ini Langkah yang Diambil

News
| Rabu, 28 Februari 2024, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Melihat Kemeriahan Cap Go Meh di Kelenteng Sijuk

Wisata
| Sabtu, 24 Februari 2024, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement