Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Harian Jogja/Gigih M. Hanafi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) menerima kunjungan puluhan Biksu dari berbagai negara di Kantor Gubernur, Jl. Malioboro, Jogja, Kamis (15/5). Selain kunjungan untuk mempererat persaudaaran, dalam pertemuan tersebut juga disampaikan keluhan tentang kondisi Candi Borobudur terkini.
Harianjogja.com, JOGJA- Rohaniawan atau biku Buddha dari 17 negara yang mengikuti perayaan Hari Raya Waisak di Magelang prihatin atas kerusakan candi Borobudur yang menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Mereka mendorong agar Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai turut serta mendukung perbaikan candi.
Dalam rangkaian Hari Raya Waisak itu, mereka menyempatkan untuk pertama kalinya mendatangi HB X bersama sejumlah umat Buddha. Rombongan yang datang dengan menggunakan dua bus besar diterima di Gedung Pracimosono, Kompleks Perkantoran Pemda DIY, Kamis (15/5/2014).
“Kami sebagai umat Buddha prihatin, patung Buddha sebagai junjungan kami tidak ada kepala, tidak ada tangan,” ujar Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Pusat, Seodjito Kusumo.
Menurut Badan Purbakala, lanjut dia, memang renovasi tidak bisa dilakukan sembarangan karena dapat merusak keaslian benda heritage. Namun, umat Buddha berharap agar ada penyempurnaan pada patung-patung Buddha yang kepalanya lepas dan tangannya putus.
Ia mengaku telah meminta persetujuan dari UNICEF untuk menyempurnakan candi yang dibangun pada 750 masehi itu, karena Candi Borobudur telah tercatat sebagai warisan dunia. Pemerintah Pusat pun, kata dia, juga sudah ia ajak bicara untuk bekerja sama melakukan pendanaan perbaikan.
“Penggalangan dana baru kami lakukan. Semoga tahun depan renovasi sudah bisa dimulai,” ungkapnya.
Rohaniawan Buddha pun berencana untuk membangun Buddhis Center, karena ingin melanjutkan kesejarahan Candi Borobudur sebagai penyebar agama Buddha.”Tapi bukan untuk membudhiskan orang, tapi memberikan apa yang diajarkan Buddha.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.
Gelombang gugur massal landa wakil Indonesia di 16 besar Malaysia Masters 2026. Jonatan Christie (jojo) jadi satu-satunya harapan tersisa di perempat final.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.