Disertasi FH UII Ungkap Timpangnya Relasi Rakyat dan DPR
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.
Petugas Polres Klaten mengadakan razia petasan di rumah seorang penjual kembang api di Desa Merbung, Kecamatan Klaten Selatan, Selasa (31/12). Saat itu, ada 770 buah kembang api berdaya ledak tinggi yang disita petugas.
Harianjogja.com, SLEMAN- Kepolisian Daerah (Polda DIY) melarang penyulut maupun penjual petasan. Namun, tidak semua jenis petasan dilarang.
Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti menjelaskan berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Pengawasan, Pengendalian dan Pengamanan Bahan Peledak Komersial yang dilarang edar adalah petasan yang mengandung bahan peledak berpotensif seperti bom.
Selain itu beberapa jenis petasan lainnya yakni dengan diameter 8 inchi juga dilarang edar.
"Yang dilarang edar, yang isi bahan peledak, kembang api isi detonator dan bahan dengan sifat sejenis. Kembang api isi mesiu dan isi bahan keras sehingga bisa meledak, dengan diameter lebih 8 inchi atau 20,3 sentimeter," ungkapnya, Senin (30/6/2014).
Sedangkan yang diijinkan beredar yakni kriteria kembang api dengan diameter kurang dari dua inci atau 5,1 sentimeter, serta kembang api untuk event show dengan maksimal diameter 20 sentimeter. Tetapi penggunaannya harus mendapatkan ijin dari kepolisian setempat.
Terpisah Kepala Seksi Penegakan Perundangan, Satpol PP Sleman, Rusdi Rais menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian dalam rangka menertibkan penjual maupun penggunaan petasan.
Hingga saat ini memang belum diketemukan pejualnya di daerah Sleman. Tetapi ia menduga penggunaan petasan hampir merata di Sleman.
"Terutama di daerah-daerah sepi tahu-tahu pagi kertasnya sudah banyak. Itu kami pantau terus. Masyarakat juga diharapkan menginformasikan kepada kami jika melihat adanya peredaran ini," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.
Malaysia mengirim Tim SMART ke Nepal untuk membantu pencarian korban banjir bandang dan menyiapkan bantuan senilai 1 juta dolar AS.
Kebakaran rumah di Banyumanik Semarang menewaskan dua balita. Kakak N berusia tiga tahun meninggal setelah dirawat akibat luka bakar.
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.
Hasil uji Puslitkoka menunjukkan sampel kopi Magelang meraih skor di atas 83. Produksi tahun ini sedikit menurun akibat faktor cuaca.
Gelora Seni 17-an di Lemahdadi Bantul menghadirkan pertunjukan lintas generasi, dari tari hingga Jathilan, dalam HUT ke-81 RI.