Potensi Air Banyusoco 200 Liter per Detik, Terbuang Sia-Sia ke Sungai
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Kondisi jalan di depan pasar Argosari, Wonosari. Kepadatan arus lalu lintas tak lagi terlihat dan hanya beberapa kendaraan yang melintas. Senin (28/7/2014). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Jalan-jalan utama di Wonosari terlihat lengang, Senin (28/7/2014). Kondisi ini berbanding terbalik dengan yang terjadi beberapa hari lalu, dimana jalanan penuh sesak dengan lalu lalang kendaraan. Hanya beberapa kendaraan yang melintas.
Kondisi ini sangat kontras dengan yang terjadi beberapa hari sebelum lebaran. Petugas dari Polres Gunungkidul dan Dishubkominfo Gunungkidul sibuk bekerja untuk menjaga kelancaraan arus lalu lintas. Tapi, dari pantauan pagi ini, para petugas hanya duduk-duduk di Pos Pengamanan yang berada di depan Pasar Argosari. Sesekali, mereka melihat suasana arus lalu lintas yang terlihat lengang.
Salah seorang warga, Onang mengakui bila saat lebaran tiba maka kondisi jalanan terlihat sepi. Hal ini disebabkan, warga masih bersilahturahmi dengan sanak saudara mereka.
"Sudah biasa, dan tiap tahun kondisi ini pasti terjadi," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (28/7/2014).
Menurut dia, kondisi ini hanya sementara, karena keadaan akan kembali normal.
"Suasana jadi semakin lengang, karena banyak toko-tok pada tutup. Tapi ini sementara, paling lama dua hari keadaan akan normal lagi," ungkapnya.
(David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
PSS Sleman masih membuka peluang meminjamkan pemain ke Liga 2 dan merekrut pemain muda baru sesuai gaya permainan tim.
PLTS 30 GW segera dilelang pada 2026 sebagai tahap awal target 100 GW. Investor masih menghadapi tantangan jaringan, regulasi, dan pembiayaan.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Guru Besar UGM Prof. Priyono Suryanto mendorong tiga transformasi penanganan karhutla, dari respons krisis menuju penjagaan hutan berkelanjutan.