TAMBAK UDANG BANTUL : Penutupan Tambak Setengah Hati

05 Januari 2015 14:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Tambak udang Bantul, kebijakan penutupan dinilai tidak serius. Sebab imbauan penutupan hanya dilakukan melalui surat.

Harianjogja.com, BANTUL- Pemerintah Kabupaten Bantul dinilai setengah hati menutup tambak udang di pesisir selatan. Penutupan tambak hanya akan dilakukan lewat surat.

Kabar mekanisme penutupan tambak itu disampaikan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satuan Polisi Pamong Praja Bantul Anjar Rintaka. Menurut Anjar, Pemkab hanya akan melayangkan surat ke pemilik tambak bahwa usahanya dihentikan.

"Kelihatannya cuma surat pemberhentian operasi tambak untuk 37 kolam tambak," terang Anjar Sabtu (3/1/2015).

37 kolam tambak itu terutama berada di Desa Poncosari, Kec. Srandakan yang posisinya berdekatan dengan jalur jalan lintas selatan (JJLS).

Penutupan lewat surat itu juga dibenarkan Kepala Polres Bantul AKBP Surawan. Ia memastikan tidak ada upaya represif seperti mengerahkan alat berat atau menyegel tambak tersebut dengan kayu atau police line.

Pemilik tambak diharapkan menepati janjinya menutup sendiri usaha mereka yang dianggap menyalahi tata ruang. "Kalau saya maunya yang itu [penyegelan] tapi itu kewenangan Pemkab," papar Surawan.

Ketua Komisi C DPRD Bantul yang membidangi tata ruang Wildan Nafis mengatakan, mekanisme penutupan tambak tersebut dianggap setengah hati. Pemkab kata dia tidak berani bertindak tegas dengan menyegel tambak tersebut.

"Padahal fakta pelanggaran aturannya sudah jelas kok itu, itu namanya Pemkab tidak serius, setengah hati," paparnya.

Padahal dalam rapat antara Komisi C dengan Sekda dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul sebelumnya, Pemkab menyatakan akan menyegel tambak tersebut. Menurut Wildan, tindakan setengah hati Pemkab menutup tambak tersebut juga terlihat dari sejumlah keganjilan lainnya. Seperti waktu penutupan yang diundur dari semulai 31 Desember menjadi 5 Januari dengan alasan berdekatan dengan libur tahun baru.

Wildan tidak yakin pengelola tambak bakal mengikuti instruksi Pemkab Bantul untuk menghentikan usaha yang dianggap menganggu JJLS dan merusak lingkungan itu.

"Nyatanya selama ini saja kan mereka sudah diminta untuk menutup usahanya dan diberi waktu sampai Desember, enggak ada satu pun ditutup, justru muncul tambak udang baru," jelasnya lagi.