HARGA ELPIJI NAIK : Pangkalan Jual Gas 12 Kilogram Seharga Rp142.000

KENAIKAN GAS ELPIJI 12 KGPekerja menata tumpukan gas elpiji 12 kg di salah satu agen di Jakarta, Selasa (2 - 1). Untuk menekan kerugian bisnis elpiji 12 kg yang mencapai rata/rata Rp6 triliun per tahun, Pertamina menaikkan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kg secara serentak di seluruh Indonesia dengan rata/rata kenaikan di tingkat konsumen sebesar Rp3.959 per kg atau 68% menjadi Rp117.708 per tabung setelah harga sebelumnya Rp70.200 per kg.
06 Januari 2015 19:41 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Harga elpiji naik di tingkat pangkalan mencapai Rp142.000. Akibatnya, harga di tingkat pengecer berubah menjadi Rp150.000. Sementara harga resmi dari Pertamina sebesar Rp134.700 per tabung.

Harianjogja.com, SLEMAN-Harga Elpiji 12 kilogram (kg) di tingkat pangkalan telah mencapai Rp142.000. Akibatnya, harga di tingkat pengecer pun melambung hingga Rp150.000 per tabung.

Rudi, salah satu petugas pangkalan elpiji di SPBU Jalan Godean kilometer 7 mengatakan, pihaknya telah menerima informasi adanya kenaikan harga dari agen sejak akhir tahun 2014. Namun, pihaknya baru resmi menaikkan harga sejak Sabtu (2/1/2015).

“Kami baru bisa menaikkan harga kemarin Sabtu karena memang masih menunggu pasokan stok,” ungkapnya, Senin (5/1/2015).

Menurut Rudi, kenaikan harga elpiji 12 kg pada awal 2015 ini paling siginifikan. Sebab, sebelumnya elpiji 12 kg dijual dengan kisaran harga Rp122.000 hingga Rp125.000. “Kemarin sempat ada yang protes karena harganya tiba-tiba naik. Tapi kami tidak bisa apa-apa karena memang sudah ditentukan segitu,” ujar pria berusia 30 tahun tersebut.

Sejauh ini, Rudi mengaku belum ada migrasi konsumen elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg.

“Entah bagaimana beberapa hari ke depan,” katanya kemudian.

Sebelumnya, Tuji, salah satu pedagang di Pasar Condongcatur, Depok, Sleman, mengaku kaget dengan kenaikan harga elpiji 12 kg.

“Saya sebelumnya masih dapat harga sekitar Rp130.000. Masa setelah tahun baru jadi Rp150.000,” kata Tuji kepada Harianjogja.com, Sabtu lalu.

Meski demikian, Tuji mengaku tetap membeli elpiji 12 kg untuk kebutuhan memasak di rumahnya.

“Tapi nanti kalau harganya semakin tinggi, mending saya pindah ke gas kecil saja,” kata perempuan berusia 62 tahun itu.