BANJIR BANTUL : Banguntapan Terancam Kekurangan Air, Kok?

Warga bentaran Sungai Gajah Wong Senin (19/1/2015) melakukan evakuasi barang-barang yang tersisa dan dapat diselamatkan paska-tanggul jebol pada Minggu (18/1/2015) sore. (JIBI/Harian Jogja - Gigih M. Hanafi)
20 Januari 2015 15:40 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Banjir Bantul, dampak jebolnya tanggul irigasi Sungai Gadjah Wong meluas.

Harianjogja.com, BANTUL- Pemancingan dan lahan pertanian di Kecamatan Banguntapan Bantul terancam kekurangan air, akibat jebolnya tanggung irigasi di Sungai Gadjah Wong yang melintasi Dusun Sorowajan, Desa Banguntapan, Kec. Banguntapan Bantul Minggu (18/1/2015) sore.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPBD) Kabupaten Bantul Dwi Daryanto menyatakan jebolnya tanggul menyebabkan aliran air terputus dan merembes kemana-mana. Alhasil kata dia, aliran air ke selatan menjadi tersendat.

Dwi memperkirakan, lahan pertanian dan pemancingan ikan di wilayah Banguntapan yang memanfaatkan aliran Sungai Gadjah Wong dari irigasi tersebut bakal terdampak.

"Yang jelas dampaknya tidak hanya merusak dua rumah di dekat tanggul tapi juga berdampak luas kepada area pertanian di wilayah selatan," terang Dwi Daryanto Senin (19/1/2015).

Saat ini kata dia, BPBD dan instansi terkait tengah mendata wilayah mana saja yang berpotensi terkena dampak dari jebolnya tanggul irigasi primer itu. Selain saat ini fokus pada proses evakuasi korban jebolnya tanggul serta membersihkan puing-puing yang berserakan akibat genangan air.