BANJIR BANTUL : Tanggap Darurat Bencana Dikeluarkan

Warga bentaran Sungai Gajah Wong Senin (19/1/2015) melakukan evakuasi barang-barang yang tersisa dan dapat diselamatkan paska-tanggul jebol pada Minggu (18/1/2015) sore. (JIBI/Harian Jogja - Gigih M. Hanafi)
21 Januari 2015 16:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Banjir Bantul akibat jebolnya tanggung irigasi Sungai Gajah Wong pada Minggu (18/1/2015) berlanjut dengan penetapan status tanggap darurat bencana.

Harianjogja.com, BANTUL- Pemkab Bantul menetapkan status tanggap darurat atas bencana jebolnya tanggul irigasi di sungai Gajah Wong di Dusun Sorowajan, Banguntapan, Bantul Minggu (18/1/2015). Status tanggap darurat itu mulai berlaku Selasa (20/1/2015).

"Berlaku mulai hari ini selama 10 hari," terang Bupati Bantul Sri Surya Widati, Selasa (20/1/2015).

Dengan status tersebut maka Pemkab Bantul dapat leluasa mengambil tindakan penyelamatan.

Antara lain evakuasi korban banjir dan perbaikan sementara tanggul guna menormalkan kembali aliran air ke selatan yang kini tersendat. Kerusakan tanggul tersebut menyebabkan aliran air ke selatan menuju Desa Banguntapan Bantul dan daerah Rejowinangun, Kota Jogja tersendat lantaran air merembes ke mana-mana.

Akibatnya, puluhan hektare sawah dan kolam ikan di selatan Sorowajan terancam kekurangan air.

"Kami fokus dulu ke perbaikan tanggul kalau enggak akan berdampak lebih luas," tutur Ida sapaan akrabnya.

Untuk meminimalisir kerugian bencana, para pemilik kolam ikan di Banguntapan Bantul juga diminta memanen ikan lebih awal.

"Dari pada rugi lebih banyak enggak ada air mending panen lebih awal enggak apa-apa untung sedikit," ujarnya.

?Kepala Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bantul, Yulianto mengatakan, pada musim hujan sekarang fokus kegiatan adalah menjaga bendung gerak yang menjadi pengatur aliran air.

"Kalau Hujan deras atau airnya banyak pintu bendungnya dibuka," terang Yulianto.