PUSKESMAS BANTUL : Ditargetkan Jadi RS Tipe D, Bambanglipuro Butuh Dana Rp2 Miliar

Ilustrasi Puskesmas (Dok - JIBI)
22 Januari 2015 04:20 WIB Redaksi Solopos Bantul Share :

Puskemas Bantul, tepatnya di Bambanglipura ditarget menjadi RS Tipe D.

Harianjogja.com, BANTUL- Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bambanglipuro Bantul tahun ini akan dibangun menjadi rumah sakit tipe D untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat setempat.

"Pemenuhan fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas di Bantul. Untuk pembangunan rumah sakit tipe D akan membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar," kata Lurah Sidomulyo Bambanglipuro, Edy Murjito saat Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Sidomulyo Tahun 2015-2016 di Bantul, Rabu (21/1/2015).

Menurut dia, anggaran pembangunan Puskesmas Bambanglipuro menjadi RS Tipe D yang sebesar Rp2 miliar tersebut saat ini sudah terealisasi sekitar Rp1 miliar dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Anggaran ini dapat 'sharing' dari pemkab, Pemda DIY serta Pemerintah Pusat. Kami sudah mendapatkan dana Rp1 miliar dari APBN untuk persyaratan pembangunan RS Tipe D di antaranya memenuhi persyaratan lahan tanah yang mencukupi dan sebagainya," katanya.

Terkait kebutuhan tenaga medis sebagai salah satu persyaratan menjadi rumah sakit Tipe D diakui tidak menjadi masalah, dan pihaknya menargetkan pada 2016 rumah sakit tipe D Bambanglipuro telah terselesaikan.

"Selain kesehatan, peningkatan fasilitas pendidikan juga akan jadi prioritas, di antaranya pembangunan ruang kelas baru serta perpustakaan di SMPN 2 Bambanglipuro. Untuk anggaran dalam musrembang ini total sekitar Rp5 miliar," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daeerah (DPRD) Bantul, Wildan Nafis mengatakan lembaganya siap mendukung untuk penambahan anggaran demi kepentingan masyarakat di wilayah Bambanglipuro.

"Penambahan fasilitas kesehatan saat ini sangat penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, apalagi saat ini pelaksanaan (program) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) masih terkesan berbelit-belit," katanya.

Ia mengatakan selain kebutuhan pembangunan gedung dan unit pelayanan kesehatan, pihaknya juga mendukung pembangunan pengolahan limbah di tiap-tiap puskesmas, bahkan jika penting, Komisi C DPRD akan mengusulkan penambahan dana dalam APBD perubahan.