PENGGANGGURAN TERBUKA : Tinggi karena Warga Pilih-pilih Pekerjaan

Ilustrasi lowongan kerja (JIBI/Solopos - Dok)
22 Januari 2015 08:20 WIB Kulonprogo Share :

Penggangguran terbuka di Kulonprogo tinggi karena minat warga terhadap lowongan rendah dan pilah-pilih pekerjaan.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Seksi Pengembangan dan Pelatihan Bidang Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kulonprogo Esti Rohana menjelaskan selain faktor minat masyarakat terhadap lowongan kerja yang diinformasikan sangat rendah, faktor tenaga kerja yang cenderung pemilih dalam mencari pekerjaan. Terutama banyak
terjadi pada usia-usia produktif.

Esti memaparkan, pada tahun 2013 jumlah pengangguran terbuka masih cukup tinggi, yakni mencapai 8.331 orang. Rinciannya, pengangguran laki-laki mencapai 1.134 orang dan perempuan mencapai 7.197 orang. Sedangkan pada tahun 2014 turun menjadi 6.979 orang, yang terdiri dari laki-laki 2.341 orang dan perempuan 4.638
orang.

“Ada tren kenaikan jumlah pengangguran laki-laki. Meski ada penurunan, namun penurunannya tidak terlalu tinggi,” jelas Esti, Rabu (21/1/2015).

Sementara itu, Kepala Seksi Penyedia Lowongan Kerja dan Penempatan Dinsosnakertrans Kulonprogo Juminah menambahkan, selama ini dinas telah mengupayakan berbagai program untuk mengurangi jumlah pengangguran. Bahkan, program-program tersebut juga tidak hanya dari dinas terkait, tetapi juga dari sejumlah SKPD dan Kementerian Tenaga Kerja.

“Di antaranya melalui program-program padat karya, serta pemberian informasi kerja dan peningkatan keterampilan untuk membekali calon pencari kerja,” ungkap Juminah.

Juminah memaparkan, berbagai terobosan dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran, terutama untuk usia-usia produktif. Dia mengungkapkan, keberadaan Bursa Kerja Khusus (BKK) juga turut menjadi salah satu upaya untuk mengakomodir sumber daya manusia siap kerja.

“Animonya sangat tinggi, terutama dari sekolah-sekolah agar para pelajar ini menjadi calon tenaga kerja yang siap terjun di dunia kerja. Saat ini, baru ada tujuh BKK di Kulonprogo, namun tetap berusaha dimaksimalkan fungsinya,” jelas Juminah.