KERACUNAN MAKANAN : Korban Bertambah, Polisi Fokus Periksa Katering

Beberapa korban keracunan massal yang masih menjalani observasi di Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem, hingga Kamis (22/1/2015) siang. (JIBI/Harian Jogja - Rima Sekarani I.N.)
23 Januari 2015 22:41 WIB Sunartono Sleman Share :

Keracunan makanan, Polisi kini memeriksa katering yang menyediakan menu nasi pecel.

Harianjogja.com, SLEMAN - Korban keracunan makanan di PT Mataram Tunggal Garmen hingga Kamis (22/1/2015) sore terus bertambah menjadi 107 orang. Peristiwa keracunan itu terus bertambah dari awalnya 70 pasien di RS Panti Nugroho pada Rabu (21/1/2015) malam. Polisi masih melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnaen mengakui berdasarkan pemantauan anggota di lapangan, korban keracunan terus bertambah. Untuk menangani kasus tersebut mulai Kamis (22/1/2015) kemarin pihaknya melakukan pemeriksaan. Antara lain kepada korban, pihak manajemen perusahaan dan pihak katering penyedia
makanan siang tersebut. Seluruh pihak yang diperiksa baru sebatas saksi.

"Masih saksi semua, kami blm bs menduga apakah [keracunan] itu memang unsur kesengajaan, atau karena ada kelalaian itu belum bisa dipastikan. Karena pemeriksaan baru dimulai hari ini," ungkapnya saat ditemui di Mapolres Sleman, Kamis (22/1/2015).

Meski belum ada hasil yang signifikan terkait penyelidikan tetapi Faried memberikan sinyal ada dugaan makanan yang menimbulkan karyawan keracunan itu berasal dari salahsatu katering. Hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi, kata dia, di perusahaan itu terdapat tiga katering yang menyediakan makanan bagi sekitar 2.000 karyawan setiap harinya.

Ketiganya memiliki jatah memberikan santap siang sesuai kelompok karyawan dengan menu yang sama. Dari ketiganya memang hanya satu katering dugaannya makanan yang disediakan menimbulkan keracunan. Setidaknya ada 600 nasi bungkus yang disediakan satu katering itu hingga kemudian ada 107 karyawan yang keracunan dari 600 bungkus yang disediakan.

"Kebetulan semua yang jadi korban makan dari salahsatu katering dari tiga katering yang ada di perusahaan itu. Fokus pemeriksaan memang pada satu katering itu tapi tidak menutup kemungkinan sampel makanan dari tiga katering kami kirim ke BBPOM bisa menjadi bahan penyelidikan," imbuhnya.