PENATAAN KULONPROGO : Kondisi Taman Wana Winulang Memprihatinkan

Sejumlah anak memanfaatkan Taman Wana Winulang sebagai tempat bermain di waktu sore. Foto diambil Jumat, (23/1/2015). (JIBI/Harian Jogja - Holy Kartika N.S.)
26 Januari 2015 21:20 WIB Kulonprogo Share :

Penataan Kulonprogo, Taman Wana Winulang disalahgunakan dan sejumlah fasilitas rusak.

Harianjogja.com, KULONPROGO - Kondisi Taman Wana Winulang sebagai kawasan terbuka hijau mulai memprihatinkan. Taman tersebut tak hanya disalahfungsikan, sejumlah fasilitas bahkan banyak yang dirusak.

Taman seluas satu hektare tersebut dibangun oleh Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Pekerjaan Umum. Baru pada akhir tahun lalu, kewenangannya dihibahkan ke pemerintah Kulonprogo. Belum lama dibuka, taman tersebut kerap kali digunakan sejumlah orang sebagai tempat mesum.

"Kami sungguh prihatin, padahal taman itu dibangun adalah untuk masyarakat. Rencananya, taman itu akan dijadikan sebagai taman edukasi," ujar Kepala Kantor Lingkungan Hidup Suharjoko saat dihubungi Harianjogja.com, Minggu (25/1/2015).

Suharjoko mengatakan setelah diserahterimakan ke pemkab, taman tersebut ke depan akan difungsikan sebagai taman edukasi dan ruang terbuka hijau. Namun, sampai saat ini wewenang pengelolaan taman tersebut belum tahu akan dikelola oleh instansi mana. Meski demikian, baik KLH maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo bidang Pertamanan dan Kebersihan masih bersama-sama mengelola taman tersebut.

"Kami berharap, nanti dengan dibangunnya kantor Satpol PP keamanan taman itu dapat lebih terpantau. Harapannya, kejadian-kejadian seperti yang lalu juga tidak terulang lagi," jelas Suharjoko.

Lebih lanjut Suharjoko mengatakan, dibangunnya Kantor Perpustakaan juga semakin menutup kawasan Taman Wana Winulang. Namun, dia berharap ke depan akan ada sinergisitas taman dengan perpustakaan dengan menjadikan taman tersebut sebagai ruang baca masyarakat.

"Kami juga berharap ada peran serta dari perpustakaan. Bisa saja nanti taman itu dijadikan sebagai taman bacaan, sehingga misi menjadikan taman edukasi dapat segera terwujud," imbuh Suharjoko.

Sementara itu, Kabid Pertamanan DPU Kulonprogo Toni menambahkan, perawatan taman terus dioptimalkan. Pasalnya, kondisi lahan pada taman itu terlalu rendah. Akibatnya, banyak tanaman yang mati karena tergenang air saat hujan turun.

Toni mengungkapkan, tahun ini akan mengajukan dana untuk dilakukan pengurukan lahan. Selain itu, penggantian tanaman juga akan dilakukan agar taman tampak lebih asri.

"Padahal tanaman yang ditanam sangat lengkap, tapi akhirnya semuanya mati. Kami akan ajukan dana untuk perbaikan fasilitas, seperti kursi taman dan lampu untuk penerangan," jelas Toni.