LALU LINTAS JOGJA : Pemkot Siapkan Devider

JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra KumalaPekerja memasang separator di Jl. Adi Sucipto, Manahan, Solo, Kamis (20 - 3). Pemasangan pembatas jalan yang memutus Jl. M.H. Thamrin tersebut untuk menata arus lalu lintas dan mengurangi angka kecelakaan.
31 Januari 2015 16:23 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Lalu lintas Jogja, tepatnya di sejumlah ruas jalan akan dipasang devider.

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan mulai menyiapkan devider (pembatas jalan permanen) di sejumlah jalan di Kota Jogja.

Pembatas itu dipasang di titik-titik yang saat ini sedang dilakukan rekayasa menggunakan water barrier. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, Wirawan Hario Yudho, mengatakan jalan yang saat ini dipasang waterbarrier dan akan diganti devider adalah Jl Abu Bakar Ali (dekat Kridosono, dan cafe Legend). Jika sudah terpasang, selanjutnya di Jl Faridan Muridan Noto, sebelah SMA N 3 Jogja.

Saat ini, mengenai rencana tersebut sedang dirapatkan bersama Forum Lalu Lintas. Rencananya untuk di dekat SMA N 3 Jogja, devider dibangun oleh Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Jogja atau Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Saat ini, pemasangan water barrier sebagai bentuk uji coba rekayasa, sebelum kami ganti devider, agar
masyarakat terbiasa dulu [dengan rekayasa lalu lintas yang dilakukan]," terang Hario.

Pertimbangan pemasangan devider adalah agar tidak terjadi kepadatan lalu lintas di titik perpotongan jalan.
Apalagi mengingat, lalu lintas di jalan yang berpotongan rawan terjadi kecelakaan.

Selain itu, diharapkan bisa membuat tarikan arus lalu lintas di titik tersebut menjadi lebih bersih. Untuk water barrier yang saat ini diletakkan di depan Taman Pintar adalah water barrier portabel. Karena merupakan jalan kenegaraan, yang diangkat kembali ketika tamu kenegaraan melintas di jalan tersebut menuju Kraton atau dari Gedung Agung.

Wirawan Hario Yudho menyatakan untuk Jl .C. Simanjuntak yang kini menjadi searah namun masih ada devider yang ditanami pohon, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kimpraswil dan Badan Lingkungan Hidup (BLH).

"Kalau pohon sudah dihilangkan, devider bisa langsung dihilangkan. Surat permintaan pemindahan pohon sudah kami kirim kepada BLH sejak satu setengah bulan lalu," jelasnya.

Terpisah, Kepala BLH Kota Jogja, Irfan Susilo menerangkan, pihaknya sedang melakukan persiapan dan
pembahasan untuk pemindahan pohon yang berada di tengah devider Jl .C. Simanjuntak.