Advertisement

SISWA BERPRESTASI : Siswa Tuna Grahita & Tuna Rungu Sejak Lahir Ini Wakili Sekolah ke Los Angeles (1/2)

Uli Febriarni
Senin, 02 Februari 2015 - 14:40 WIB
Mediani Dyah Natalia
SISWA BERPRESTASI : Siswa Tuna Grahita & Tuna Rungu Sejak Lahir Ini Wakili Sekolah ke Los Angeles (1/2) Siswa SLB N 2 Jogja, Sudarmanto dan sang pelatih, Wisnu (JIBI/Harian Jogja - Uli Febriarni)

Advertisement

Siswa berprestasi dan berkebutuhan khusus dari SLBN 2 Jogja, Sudarmanto akan mewakili sekolah ke LA AS.

Harianjogja.com, JOGJA-Pembawaannya kalem, namun prestasinya tidaklah melempem. Sudarmanto, siswa kelas II Sekolah Menengah Atas di Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Jogja ini akan mewakili sekolahnya dalam gelaran Special Olympics World Summer Games 2015 di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) cabang olahraga bola basket. Siapa sesungguhnya Sudarmanto?

Advertisement

Lahir sebagai seorang tuna grahita dan tuna rungu, tak membuat putra dari Turinah dan almarhum Mujiyo ini berkecil hati. Menjadi atlet internasional bola basket telah menjadi impiannya. Tak ada alasan khusus kenapa ia menyukai permainan yang mempopulerkan istilah slam dunk itu.

Di dalam tim basket sekolahnya, CN2, ia kerap ditempatkan sebagai small forward, sekaligus play maker. Dianggap memiliki stamina yang baik, ia juga unggul dalam strategi permainan man to man [satu orang bertanggungjawab menjaga satu orang, bila dalam posisi defense].

Manto, panggilannya, masih ingat sejumlah turnamen yang pernah diikutinya. Namun, yang paling berkesan adalah ketika ia harus bertanding menghadapi lawan beratnya di Special Olimpic Indonesia (SOIna), Makassar. Apalagi mengingat, turnamen itu merupakan ajang seleksi untuk menjadi bagian tim basket Indonesia yang akan mengikuti Special Olympics World Summer Games.

"Ya waktu itu, pertama kali naik pesawat terbang. Lawannya susah dikalahkan," ujar Manto, dijumpai Sabtu (31/1/2015).

Di sana, ia beberapa kali mengalami benturan dengan sejumlah lawan yang bertubuh jauh lebih besar dari dirinya, bahkan hingga ia menerima perawatan medis ringan di lapangan.

Gitaris band D'Four [band yang ia dirikan bersama tiga orang temannya] ini terus melanjutkan perjuangan di lapangan, hingga babak keempat berakhir.

Entah berani atau nekat, kondisi yang sama juga dialaminya saat pertandingan bola basket tiga lawan tiga [three on three] yang digelar sebuah majalah remaja di Jogja pada 2013 lalu. Dengan tinggi tubuh 160 sentimeter dan 48 kilogram, ia kerapkali terbentur tubuh lawan, tetapi Manto bangkit dan meneruskan kembali permainannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sempat Viral, Akhirnya Aceh & UNHCR Punya Solusi untuk Rohingnya

News
| Selasa, 05 Desember 2023, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Jelang Natal Saatnya Wisata Ziarah ke Goa Maria Tritis di Gunungkidul, Ini Rute dan Sejarahnya

Wisata
| Jum'at, 01 Desember 2023, 19:12 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement