BEGAL MOTOR : Kasus di Sleman, Polisi Masih Periksa Kebenaran

Aparat Polresta Depok memeriksa barang bawaan seorang pengendara sepeda motor saat melakukan razia dalam rangka operasi Cipta Kondisi di Jl. Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Kamis (26/2/2015) dini hari. Razia yang dilakukan serentak di empat titik wilayah rawan kejahatan tersebut guna mengantisipasi maraknya aksi begal serta penyalahgunaan bahan peledak yang beberapa waktu lalu meneror pusat belanja di Kota Depok. (JIBI/Solopos/Antara - Indrianto Eko Suwarso)
03 Maret 2015 11:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Begal motor yang terjadi di Slema masih diperiksa kebenarannya.

Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang pengendara motor mengaku dipepet dua orang begal bahkan lehernya dikalungi parang, pada Senin (2/3/2015) dinihari di Jalan Kapas, Kledokan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Kepolisian dari Polsek Depok Barat yang mendapatkan laporan tersebut masih melakukan penyelidikan informasi yang disampaikan korban serta berupaya menangkap pelakunya.

Kapolsek Depok Barat Kompol Luthfi saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Kendati demikian pihak masih mengecek kebenaran informasi kronologi yang disampaikan korban.

Mengingat korban sempat kebingungan menunjukkan TKP pastinya. Motor yang dibawa korban bukan milik sendiri. Melainkan dipinjam dari seorang temannya. Setelah dilakukan pengecekan memang motor tersebut hilang. Hanya saja kronologi masih dipelajari lebih dalam lagi.

"Jadi saat ini masih kami dalami laporan korban, kejadian itu betul atau tidak. Korban sempat kebingungan tidak bisa menunjukkan lokasi tepatnya kejadian. Pemilik motor sudah kami panggil untuk dimintai keterangan," ungkapnya, Senin (2/3/2015).

Pada 2015 belum pernah terjadi perampasan motor. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat keluar malam. Sebaiknya mengajak teman dan tidak sendiri ketika ada keperluan malam hari.