53 Jabatan Kepsek di Gunungkidul Masih Kosong, Ini Penyebabnya
Puluhan jabatan kepala sekolah di Gunungkidul masih kosong meski sudah ada pelantikan. Ini penyebab dan solusi Disdik.
Salah seorang peserta terlihat begitu menikmati lomba memakan durian di Festival Durian Patuk bertempat di Gogor Park, Minggu (22/2/2015) (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Wisata Gunungkidul akan dimeriahkan dengan rencana pembangunan. Gogor Omah Duren
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Pemerintah Desa Salam, Kecamatan Patuk berencana membangun Gogor Omah Duren di kawasan ekowisata Gogor Park. Lokasi ini nantinya akan menjadi sentra penjualan buah durian dari petani di kawasan patuk.
Ketua Gogor Park Subarno mengatakan, hasil pertanian di kecamatan begitu melimpah ruah. Komiditas yang dihasilkan bervariasi mulai dari potensi tanaman pangan hingga hortikultura.
"Image Patuk sebagai pengahsil durian juga sudah mengakar kuat. Eksistensi tersebut dapat dilihat dalam penyelenggaraan festival durian dalam dua tahun terakhir," kata Subarno kepada wartawan saat acara sarasehan Among Tani Gunungkidul di komplek Gogor Park, Minggu (1/3/2015).
Dia menjelaskan, konsep yang ditawarkan dengan pendirian bangunan itu adalah mempermudah transaksi jual beli buah durian. Sebab, tempat itu akan dijadikan sebagai tempat berkumpulnya penjual buah durian.
"Fokus utama memang buah durian, tapi tidak menutup kemungkinan hasil buah lainnya di Kecamatan Patuk diperjualbelikan. Kesuksesan pendirian ini mudah-mudahan bisa menggerakan perekonomian terpadu," ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Subarno, pembukaan program ini kemungkinan baru terlaksana di tahun depan. Selain harus melalui proses pembangunan lokasi, saat ini panen durian sudah memasuki panen akhir.
"Momennya harus tepat, terutama saat puncak musim durian. Kalau saat ini sudah lewat, dan baru bisa terlaksana di tahun depan," katanya.
Sementara itu, Pejabat Sementara Kepala Desa Salam Nuraini mengatakan, mendukung wacana pembangunan Gogor Omah Duren. Menurut dia, banyak keuntungan yang diperoleh keberadaan tempat itu, salah satunya memudahkan pecinta durian mendapatkan durian asli Patuk.
"Yang paling penting, keberadaan tempat itu bisa menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat lebih baik lagi. Sebab, harga durian yang dijual bisa seragam sehingga tidak merugikan petani," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puluhan jabatan kepala sekolah di Gunungkidul masih kosong meski sudah ada pelantikan. Ini penyebab dan solusi Disdik.
Nadiem Makarim akui bisa khilaf namun bantah korupsi dalam sidang kasus Chromebook Kemendikbudristek, kerugian negara capai Rp2,18 triliun.
Ekonom UGM prediksi harga Pertamax bisa turun pada Juli 2026 seiring turunnya harga minyak dunia dan meredanya tensi geopolitik.
Ekonom Permata Bank sebut pelemahan rupiah picu kenaikan harga barang impor dan tekan daya beli rumah tangga secara bertahap.
Waskita Karya kantongi proyek Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 3 senilai Rp2,1 triliun untuk mempercepat akses Borobudur dan dorong ekonomi daerah.
BPBD Pati siapkan pengungsian dan bantuan bagi warga Tunggulsari terdampak banjir rob, 73 rumah terdampak dan pemantauan masih dilakukan.