Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 4 Juni 2026, Pertama Berangkat 05.05 WIB
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 4 Juni 2026. Kereta pertama berangkat pukul 05.05 WIB dari Stasiun Yogyakarta dengan tarif Rp8.000.
Kondisi raskin yang tidak layak konsumsi di Desa Kepek Wonosari Gunungkidul (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Raskin 2015 baru saja dibagikan. Meski berasnya kurang enak, warga di Sleman tetap memasaknya untuk makan
Harianjogja.com, SLEMAN - Kecamatan Prambanan merupakan wilayah penerima terbanyak program rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) beras miskin (raskin).
Sebagian besar beras tersebut dimasak sendiri dan tidak untuk dijual kembali meski rasanya kurang enak.
Berdasarkan data, ada sebanyak 4.684 kepala keluarga yang terdaftar sebagai RTSPM di Kecamatan Prambanan. Camat Prambanan Abu Bakar menjelaskan untuk jatah raskin sudah diedarkan sesuai dengan jatah yang didistribusikan ke kecamatan.
Setiap penerima mendapatkan 15 kilogram beras. "Sebagian besar dimasak sendiri kalau di Prambanan," ungkapnya, belum lama ini.
Kepala Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan Mujimin menambahkan ada sebanyak 943 kepala keluarga di desanya sebagai penerima raskin. Kendati demikian tidak yang menjual kembali, sebagian besar dimasak sendiri.
Meski kadang warga merasakan ada perbedaan beras dari raskin dibandingkan beras pada umumnya. Ia mengakui bahwa raskin kadang kurang enak saat dimasak.
"Bagaimana ya, intinya menurut warga ada yang beda rasanya [kurang enak] antara raskin dengan beras pada umumnya. Mungkin karena [raskin] berasnya tersimpan lebih lama, jadi agak beda. Tapi saya tegaskan tidak warga kami yang menjual, semua dimasak sendiri. Apalagi beras sekarang mahalnya minta ampun, pilih diliwet [dimasak] sendiri," kata dia.
Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Wukirharjo Samijan. Sekitar 400 kepala keluarga penerima raskin di desanya juga dimasak sendiri. Mengingat harga beras saat ini masih tergolong tinggi.
Tetapi Samijan melihat beras program raskin saat ini lebih baik ketimbang sebelumnya. "Kemarin itu agak lumayan bagus semua, tidak ada keluhan warga. Ya jelas dimasak sendiri kalau di sini," ucap Samijan.
Meski data penyaluran raskin pada 2015 ini masih mengacu melalui data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011 tapi baik Samijan maupun Mujimin belum mendapatkan protes dari warganya.
"Karena ini [raskin] kan sebenarnya sempat terhenti baru kemudian Februari ini ada lagi. Sampai saat ini belum ada warga yang protes soal itu [pembaharuan data], belum tahu kalau nanti-nanti. Saya berharap datanya diperbaharui," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 4 Juni 2026. Kereta pertama berangkat pukul 05.05 WIB dari Stasiun Yogyakarta dengan tarif Rp8.000.
Qodari dorong ANTARA perkuat jurnalisme data, transformasi digital, dan jaringan daerah agar tetap relevan di era media digital 2026.
Pemkab Sleman dan RSUD Prambanan lakukan audit medis dan etik usai kasus pasien anak meninggal. Proses hukum dan investigasi terus berjalan.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa ANTARA memiliki posisi penting dalam ekosistem informasi nasional karena menjadi sumber rujukan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu pengunduran diri dan menegaskan tetap menjalankan tugas sesuai arahan Presiden Prabowo.
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.