Dinkes Gunungkidul Gencarkan Pelacakan TBC Targetkan 1.000 Kasus
Dinkes Gunungkidul menemukan 205 kasus baru TBC melalui program ACF TB yang melibatkan 30 puskesmas sejak April 2026.
Ilustrasi layanan BPJS (JIBI/Dok)
Asuransi kesehatan BPJS belum dimanfaatkan semua warga. Di Gunungkidul ,asih ada 194.856 jiwa yang belum terdaftar
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Masyarakat Gunungkidul masih ada yang belum terdaftar dalam program Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Bidang Kesehatan.
Hingga saat ini program tersebut baru mencapai 74%, sementara 194.856 penduduk urung memiliki fasilitas kesehatan itu.
Kepala Kantor BPJS Gunungkidul, Syarifatun Kurniaekawati mengatakan dari total 749.447 jiwa di Gunungkidul, masih ada sekitar 26% penduduk yang belum masuk program BPJS Kesehatan.
Harapannya mereka segera mendaftarkan secara mandiri, sebab kuota yang difasilitasi pemerintah tidak akan bertambah.
“Belum semuanya, dan kami berharap agar segera mendaftar kepesertaan dalam program ini,” kata Syarifatun kepada wartawan, Sabtu (7/3/2015).
Dia menjelaskan, jumlah peserta BPJS kesehatan terdiri dari penerima bantuan iuran (PBI) Jamkesmas sebanyak 444.357 orang, dan non PBI yang terdiri dari PNS, pekerja mandiri, TNI Polri, pensiunan, veteran dan perintis kemerdekaan mencapai 59.935 jiwa.
“Untuk penerima PBI kuotanya tidak bisa bertambah, sedang yang non persertanya tidak dibatasi,” paparnya.
Guna meningkatkan kepesertaan program BPJS, Syarifatun akan melakukan sosialisasi ke masyarakat, terutama berkaitan dengan manfaat pentingnya memiliki jaminan kesehatan tersebut.
Langkah pertama, program ini akan digalakan kepada sektor kelas pekerja. Harapannya dengan sosialisasi ini mereka mau mendaftar dalam program BPJS kesehatan mandiri.
“Untuk sosilaisasi kami akan melibatkan tokoh agama dan masyarakat, sehingga bisa lebih efektif lagi,” ulasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Gunungkidul menemukan 205 kasus baru TBC melalui program ACF TB yang melibatkan 30 puskesmas sejak April 2026.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu pengunduran diri dan menegaskan tetap menjalankan tugas sesuai arahan Presiden Prabowo.
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.
Psikolog jelaskan sindrom pasca haji yang membuat jamaah merasa rindu dan sulit beradaptasi setelah pulang dari Tanah Suci.
Pemerintah RI memproyeksikan tarif AS ke produk Indonesia bisa mencapai 18% usai investigasi Section 301 Trade Act. Ini penjelasannya.
Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-11 pada 6 Juni 2026, Burz@ Hotel Yogyakarta menyelenggarakan serangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility