NYEPI 2015 : H-2, Warga Menyiapkan Perlengkapan Sesaji

Mulyani, warga Wedomartani, Ngemplak, sedang mempersiapkan alat perlengkapan sesaji untuk perayaan Nyepi, Rabu (18/3/2015). (JIBI/Harian Jogja - Rima Sekarani I.N.)
19 Maret 2015 05:20 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Nyepi 2015 yang tinggal sebentar lagi dipersiapkan sebaik mungkin.

Harianjogja.com, SLEMAN-Umat Hindu melakukan berbagai persiapan menjelang hari perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1937. Misalnya dengan membuat ogoh-ogoh, gunungan, dan perlengkapan pendukung sesaji.

“Persiapannya dibagi dengan teman-teman lain. Kebetulan saya dapat bagian membuat daksine dan canang. Ini nanti digunakan untuk sembahyang di pura setelah dari Candi Prambanan,” ungkap Mulyani yang tinggalnya tidak jauh dari Pura Widya Dharma di Dusun Dero, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Rabu (18/3/2015).

Mulyani menjelaskan, daksine adalah sebutan untuk tempat sesaji, sedangkan canang akan menjadi tempat bunga dan dupa saat proses sembahyang berlangsung.

“Nama acaranya adalah pengerupukan atau pembersihan di lingkungan pura. Biasanya berlangsung antara pukul lima sampai enam sore,” kata perempuan berusia 47 tahun itu.

Setelah pengerupukan, umat bersama masyarakat sekitar akan mengarak gunungan yang kemudian diperebutkan. Mulyani mengatakan, jika masih ada waktu sebelum gunungan diarak, dia dan umat Hindu lain akan sembahyang dahulu. Namun, dia mengaku belum mengetahui bagaimana teknis perayaan Nyepi tahun ini.

“Rencananya presiden akan hadir pada upacara di Candi Prambanan. Setelah itu juga ada kirab di Jalan Malioboro. Kalau memang sudah terlalu malam, mungkin [gunungan] nanti akan langsung diperebutkan warga,” papar Mulyani.

Mulyani menambahkan, gunungan sudah disiapkan sejak dua pekan lalu. Bentuk dan isinya tidak jauh berbeda dengan gunungan yang biasa dibuat masyarakat pada upacara adat lainnya. Gunungan pada perayaan Nyepi juga berisi berbagai hasil bumi, seperti buah-buahan dan sayuran.

“Buah dan sayurannya dipilih yang tidak mudah busuk karena perayaannya masih besok,” ucapnya kemudian.

Pada dasarnya perayaan dan prosesi ritual Nyepi tahun ini tidak berbeda dari sebelumnya. Umat Hindu tetap berkumpul di pelataran Candi Prambanan dan mengikuti sejumlah prosesi ritual, seperti mendhak tirta dan pradaksina.

Namun, perayaan Nyepi tahun ini akan dimeriahkan dengan kirab budaya yang dimulai usap proses ritual di Kompleks Candi Prambanan.

“Kirab ini adalah bentuk akulturasi budaya. Pesertanya tidak hanya berasal dari umat Hindu saja, melainkan lintas agama,” kata Agung Suryahadi, tim pengarah panitia Nyepi Tahun Baru Saka 1937, Selasa (17/3/2015) kemarin.