Seleksi Paskibraka di Sleman, Disdikpora Jamin Tak Ada Titipan

26 Maret 2015 07:20 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Seleksi Paskibraka di Sleman telah dimulai. Disdikpora menjamin tidak ada titipan

Harianjogja.com, SLEMAN - Tingginya minat menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) daerah kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan titip menitip saat seleksi. Disdikpora Sleman menjamin tidak ada titip menitip soal seleksi tersebut di wilayah Sleman.

Seleksi Paskibraka di Kabupaten Sleman mulai dilakukan pekan ini. Pada Rabu (25/3/2015) kemarin dilakukan seleksi fisik hari kedua di Stadion Tridadi, Sleman.

Tersisa sekitar 100 pelajar dari penyaringan awal sebanyak 600 pelajar dari 140 sekolah setingkat SMA/SMK/MA di Sleman.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Sleman Suparno mengakui tingginya minat pelajar untuk menjadi anggota Paskibraka di Sleman. Meski demikian pihaknya tetap memberlakukan seleksi dengan ketat untuk menghasilkan saringan pelajar yang benar-benar memenuhi kualifikasi.

Terkait fenomena titip menitip dalam seleksi tersebut, Suparno tidak menampik hal itu. Kendati demikian ia menegaskan bahwa Disdikpora Sleman tidak menerima titip menitip hal tersebut.

"Kami tetap melakukan pemantauan dan menyampaikan pada tim seleksi untuk selalu mengedepankan objektivitas," ungkapnya di Tridadi, Rabu (25/3/2015).

Tingginya minat peserta seleksi, lanjutnya, tidak lepas dari status yang disandang sebagai Paskibraka. Rata-rata setelah menjadi anggota Paskibraka memudahkan pelajar untuk melanjutkan jenjang berikutnya seperti mendaftar TNI dan Polri atau kuliah pada jurusan tertentu.

Seluruh pelajar yang lolos di daerah sebagai Paskibraka mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari kepala Dinas Pendidikan. SK itu sekaligus sebagai bukti bahwa pelajar itu memiliki kemampuan akademis dan jasmani.

Dalam seleksi pekan ini, seperti tahun sebelumnya para peserta mengikuti ujian kesamaptaan seperti baris berbaris. Serta diseleksi dari sisi postur atau penampilan. Selain itu peserta juga menghadapi ujian penguasaan bahasa asing seperti Bahasa Inggris dan memiliki wawasan tentang budaya lokal.

Anggota Paskibraka harus memiliki kemampuan akademis dipadu dengan jasmani serta kepedulian antar sesampai hingga naionalisme.

"Seleksi fisik dilakukan olahraga dasar seperti lari, puhs up, sit up. Pada seleksi tertentu kami juga mengukur rasa kepedulian mereka terhadap sesama namun secara tersembunyi. Semua proses kami lakukan agar pelajar yang kami pilih benar-benar mumpuni," urainya.

Dari ratusan pelajar yang diseleksi, pihaknya hanya akan mengambil 44 pelajar sebagai anggota Paskibraka. Dengan rincian sebanyak 36 pelajar sebagai Paskibraka daerah dan delapan lainnya akan dikirim ke DIY, empat diantaranya merupakan cadangan.

Pada April mendatang pelajar yang lolos akan menjalani karantina selama 20 hari. Untuk Paskibraka di Sleman akan diberikan sejumlah beasiswa pendidikan. "Rata-rata mereka kelas X dan XI," imbuhnya.