Bando Selamat Datang Wonosari Dicopot, Ini Alasannya
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Ilustrasi Embung Pilangbango (JIBI/Solopos/Antara)
Embung Ngasemrejo di Ngawu, Playen Gunungkidul hanya mampu berfungsi sebulan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Embung di Dusun Ngasemrejo, Desa Ngawu, Playen, Gunungkidul hanya bertahan sekitar sebulan. Diduga karena tidak kuat menahan derasnya arus dan guyuran hujan, bangunan senilai Rp700 juta itu jebol sejak pertengahan Februari lalu.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, Rabu (25/3/2015), pembangunan embung merupakan bantuan dari corporate social responsibility Pertamina. Saat dibangun awal Januari lalu, bangunan tersebut dibuat semi permanen, dengan tumpukan besi beton yang ditimbun tanah.
“Jebolnya sudah sejak pertengahan Februari. Mungkin karena terus diguyur air jadi tidak kuat, apalagi posisinya tepat di tengah-tengah arus sungai,” kata salah seorang warga, Sarif Nurdin, kemarin.
Dia menjelaskan, untuk pembangunan embung menelan biaya Rp700 juta, dan semuanya ditanggung Pertamina. Rencananya, embung tersebut difungsikan sebagai kawasan penampungan air, yang bisa difungsikan saat musim kemarau.
“Selain untuk pengairan, embung juga difungsikan untuk memenuhi kebutuhan ternak milik warga. Namun karena sudah rusak, rencana tersebut urung bisa dilakukan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah, warga dibantu dengan anggota TNI membuat tanggul di depan pintu masuk embung. Harapannya, bendungan tersebut tidak langsung menerjang bibir tanggul dalam embung.
“Masih dalam proses dan belum selesai, apalagi dana yang dimiliki sangat minim,” aku Sarif.
Hingga saat ini menurut Sarif, kerusakan embung belum bisa diperbaiki seluruhnya. Untuk mengantisipasi kerusakan lebih parah, warga dibantu oleh anggota TNI membuat bendungan di depan pintu masuk embung.
Sementara itu, Bintara Administrasi Wilayah Komando Rayon Militer (Koramil) Playen, Pelda Sumarjo mengatakan, pihaknya turut dalam perbaikan, karena beberapa waktu lalu ada perwakilan dari warga yang meminta bantuan ke Kodim 0730 GK. Warga berharap bantuan tenaga untuk memperbaiki embung yang rusak.
“Usai mendapatkan aduan, kami langsung menerjunkan beberapa personel untuk membantu memperbaiki,” kata Sumarjo.
Dia menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk membantu selama proses perbaikan berlangsung. Rencananya hari ini kerja bakti akan dilanjutkan, dengan harapan kerusakan bisa segera rampung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemkab Bantul menyiapkan strategi memenuhi batas belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027 dengan meningkatkan PAD, menerapkan zero minus growth ASN, dan mem
Belanja pegawai Sleman dalam APBD 2026 masih mencapai 32,36 persen. BKAD menyiapkan strategi pengendalian belanja dan peningkatan PAD untuk memenuhi batas 30.
Pemkab Kulonprogo mengaku kesulitan memenuhi aturan belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027. Belanja pegawai masih 38 persen dan daerah menegaskan tidak
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menorehkan tinta emas di kancah internasional dengan berhasil menduduki peringkat 1 dunia.
Program padat karya Gunungkidul 2026 tersebar di 65 titik dengan anggaran Rp7,5 miliar. Sebanyak 1.976 tenaga kerja lokal ditargetkan terserap mulai Oktober men