UN ONLINE : Komputer Tiba-tiba Mati

Kepala SMK Negeri 1 Kalasan, Mohammad Efendi kiri menunjukkan kesiapan fasilitas komputer yang akan digunakan untuk Ujian Nasional (UN) secara online, Senin (23/2/2015). (JIBI/Harian Jogja - Rima Sekarani I.N.)
28 Maret 2015 11:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Bantul Share :

UN Online diujicoba di Bantul. Kegiatan ini mendapat hambatan komputer yang tiba-tiba mati

Harianjogja.com, BANTUL-Baru tahap uji coba pelaksanaan ujian nasional (UN) online, komputer yang dipakai sejumlah murid tiba-tiba mati saat mereka mengerjakan soal.

Try out UN online dengan sistem computer based test dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sewon dan SMKN 2 Sewon. Komputer mati terjadi di SMKN 1 Sewon sedangkan di SMKN 2 Sewon, jarak antarkomputer tidak satu meter, sesuai syarat Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik).

SMKN 1 Sewon melaksanakan try out pada Rabu (25/3/2015) dan Kamis (26/3/2015). Selama uji coba itu ada tiga komputer mendadak mati setelah 30 menit siswa mulai mengerjakan soal.

“Enggak kuat dan jaringannya kurang bagus lalu siswa pindah ke komputer cadangan,” ungkap Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Sewon, Marniah, di ruangannya, Jumat (27/3/2015).

Imbasnya, siswa harus mengulang dari awal namun sekolah memberi tambahan waktu sesuai lama pengerjaan pada komputer sebelumnya. Melihat proses try out kemarin, Marniah masih menemukan siswa yang panik ketika berhadapan dengan komputer.

“Mereka takut kalau salah klik. Belum lagi ada yang protes karena tetikus enggak sensitif,” ucapnya.

Sesuai syarat yang diajukan Puspendik, jarak antara satu komputer dengan yang lain minimal satu meter. Namun, baik di SMKN 1 Sewon maupun di SMKN 2 Sewon, jarak tidak mencapai syarat yang ditentukan. “Punya kami [SMKN 1 Sewon] paling 90 sentimeter,” kata Marniah.

Sama halnya dengan SMKN 2 Sewon, ruang laboratorium komputer yang tidak luas membuat jarak antarkomputer berdekatan.

“Kalau jaraknya harus satu meter, kami [SMKN 2 Sewon] menyerah. Masalahnya kabel sudah diset pendek jadi kalau mau direnggangkan lagi sudah tidak bisa,” ungkap Kepala Sekolah SMKN 2 Sewon, Pii Kusharbugiadi.

Jarak minimal satu meter itu bertujuan mengantisipasi adanya kecurangan selama ujian, seperti mencontek.

Pii mengakui jika try out UN kali ini tidak fokus pada hasil penguasaan materi soal. Tidak ada nilai try out yang resmi dikeluarkan. Sekolah lebih mengutamakan seberapa jauh penguasaan teknis pengoperasian komputer.

Menghadapi UN CBT, SMKN 1 Sewon menyiapkan 184 unit komputer dan diikuti peserta sejumlah 383 sedangkan SMKN 2 Sewon menyiapkan 58 komputer dengan 157 peserta UN. Selain SMKN 1 Sewon dan SMKN 2 Sewon, SMKN 1 Bantul dan SMKN 3 Kasihan juga ditunjuk melaksanakan UN CBT.

UN akan dilaksanakan mulai 13 April sampai 16 April. Secara berturut-turut, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan teori kejuruan. Masing-masing sekolah diwajibkan menyiapkan teknisi, server, proktor dan dua orang pengawas yang akan berjaga di dalam kelas.