KASUS KUDA BUNTING : Jangan Sampai Terulang, Ini Hal yang Harus Diperhatikan

Kuda bunting yang jatuh di Titik Nol Kilometer, Jogja (JIBI/Harian Jogja - Detik)
29 Maret 2015 19:20 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Kasus kuda bunting menjadi peringatan bagi pihak terkait untuk memperdalam pengetahuan merawat hewan tersebut.

Harianjogja.com, JOGJA-Kasus kuda bunting yang terjadi Minggu (22/3/2015) dapat diantisipasi dengan memperhatikan sejumlah pengetahuan terkait hewan.

Program manajer Aktivis Animal Friend Jogja (AFJ) , Dessy Zahara Angelina Pane menyebutkan salahsatu poin yang harus diperhatikan ialah pemahaman kembali bagaimana memasang tapal kuda dengan benar, mengikir kuku kuda dengan teratur agar mengurangi ketidaknyamanan kuda.

Selain itu, sepanjang yang Ina ketahui, sempat ada pemeriksaan kesehatan kuda andong secara teratur. Hanya waktu berjalan, kini pemeriksaan tersebut sudah tidak ada. Sehingga, memang kondisi memperihatinkan perihal eksploitasi tenaga hewan di Jogja, harus menjadi perhatian banyak pihak.

Terkait kasus kuda bunting, Ina menuturkan ada kemungkinan kusir memiliki pemahaman yang kurang mengenai kesejahteraan satwa. Selain itu, kata dia, ada desakan ekonomi untuk terus menarik andong. Menurut Ina, sisi inilah yang perlu disoroti.

"Katanya andong mau dipertahankan sebagai salah satu moda transportasi di Jogja, kalau begini terus gak istimewa. Harapannya ada masukan dan saling memahami apa yang harus dilakukan masing-masing elemen dari sarasehan yang akan digelar itu," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bidang Manajemen Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Golkari Made Yulianto menyatakan kasus tersebut menjadi pembelajaran bagi Dishub. Sebelumnya, Dishub hanya memberikan pembinaan mengenai tertib lalu lintas kepada operator andong. Akan tetapi, ke depannya Dishub juga akan memberikan edukasi agar kusir lebih bisa menghargai kuda.

"Kalau kuda sakit, atau bunting, jangan dipaksa untuk menarik andong, kita akan sampaikan perlunya pemahaman ini," tuturnya.

Selain itu, mengingat andong adalah angkutan wisata, maka perlu juga kusir menjaga perilaku saat bekerja.