Advertisement
ANGIN KENCANG SLEMAN : Berikut Ciri Angin Pancaroba
Advertisement
Angin kencang Sleman dapat diantisipasi dengan mengenali ciri-ciri angin yang ada.
Harianjogja.com, SLEMAN- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mengingatkan masyarakat waspada dan mengenali ciri angin kencang pada musim pancaroba.
Advertisement
"Masuknya musim peralihan dari musim hujan ke kemarau, atau musim pancaroba, memiliki potensi menimbulkan angin kencang dan disertai hujan deras," kata staf Pusat Data dan Informasi BMKG Yogyakarta Agus Triyanto, Senin (30/3/2015).
Menurut dia, masyarakat yang tinggal di dataran rendah atau datar diharapkan dapat mengenali ciri datangnya angin kencang sebagai upaya antisipasi jatuhnya korban. Ia berharap masyarakat mengenali secara visual ciri-ciri akan datangnya angin kencang.
"Salah satu cirinya adalah jika cuaca sejak pagi hingga siang hari cerah dengan suhu udara panas menyengat, sementara daerah lain yang akan terjadi angin kencang, kondisinya hening, tak ada angin," katanya.
Bahkan, kata dia, angin yang berhembus membawa hawa dingin yang terasa di kulit.
Ia mengatakan diperkirakan kecepatan angin yang menerjang tersebut memncapai kecepatan 40 hingga 60 kilometer per jam.
"Kondisi ini sangat jauh melampaui kondisi normal yang rata-rata hanya 10 kilometer per jam atau F1," katanya.
Ia mengatakan, selain waspada jika di sekitarnya ada pohon besar, agar segera memangkasnya, dan segera melapor jika ada baliho besar yang tiang penyangganya sudah keropos.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jepang Naikkan Peringatan Perjalanan ke Iran di Tengah Kerusuhan
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Surplus Beras, Petani Gunungkidul Pilih Simpan dalam Bentuk Gabah
- Sleman Gelar Diskusi Kelas Harian untuk UMKM Naik Kelas
- PHRI Dorong Sport Tourism di Pantai Glagah Kulonprogo
- Umat Kristen-Katolik Mengikuti Seminar Ekumenisme di Jogja
- Tambahan Bus Sekolah di Gunungkidul Tunggu Restu dari Kementerian
Advertisement
Advertisement



