Alumni Santri Krapyak Perkuat Sinergi Ekonomi Lewat Ngobrol Bisnis
Kegiatan ini berangkat dari prinsip hayatul islam bil ilmi wa bil mal (hidupnya Islam itu dengan ilmu dan harta)
Sabda Raja juga menjadi perhatian warga, terlihat dengan munculnya spanduk Kembalikan Paugeran.
Harianjogja.com, JOGJA-Polemik internal Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pascakeluarnya Sabda Raja dan Dawuh Raja juga berdampak ke luar Kraton. Warga Jogja ikut-ikutan menolak keputusan Sultan dan meminta Sultan untuk mentaati paugeran Kraton.
Sebagai bentuk protes atas Sabda Raja dan Dawuh Raja, warga memasang spanduk di beberapa ruas jalan di Jogja. Seperti yang terlihat di Plengkung Jalan Wijilan, Jogja.
"Kembalikan Paugeran, Jogja Tetap Istimewa." Demikian isi spanduk tersebut.
Spanduk berwarna dasar putih dengan tulisan warna hijau itu berukuran sekitar 1x4 meter dipasang disisi timur Plengkung, terlihat jelas dari Jalan Ibu Ruswo. Salah satu warga yang memasang spanduk tersebut, Muhammad Muslih mengakui dirinya memasang spanduk. Tidak hanya di Jalan Wijilan, namun spanduk serupa juga akan dipasang disejumlah ruas jalan di Jogja, Sleman, dan Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini berangkat dari prinsip hayatul islam bil ilmi wa bil mal (hidupnya Islam itu dengan ilmu dan harta)
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.