VANDALISME JOGJA : 485 Orang 'Perangi' Vandalisme

Sejumlah remaja didampingi seorang polisi mengecat ulang pos polisi di simpang empat Jetis, Kota Jogja, Sabtu (9/5/2015). Dengan cat itu, mereka mencoba menutup grafitti hasil aksi vandalisme yang mengotori pos polisi tersebut. Grafitti adalah hasil menulis atau menggambar dengan goresan atau cat secara ilegal di dinding atau permukaan lain, sering di tempat umum. (Desi Suryanto/JIBI - Harian Jogja)
11 Mei 2015 04:20 WIB Jogja Share :

Vandalisme Jogja tidak hanya merusak pemandangan tetapi juga menjadi 'musuh' bersama.

Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak 485 orang yang tergabung dalam Laskar Jogja, Merkid's Pro Sosial, dan tokoh masyarakat memerangi aksi vandalisme dengan mengecat tembok di seputar Alun-alun Kidul dan Jembatan Kewek, Minggu (10/5/2015).

Humas Laskar Jogja Setiawan Okie mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana Jogja bersih dan nyaman sekaligus melestarikan lingkungan hidup. Selain membersihkan tembok, jelasnya, juga dilakukan penyerahan ular piton langka jenis cinde sepanjang empat meter dengan berat 45 kilogram yang ditemukan di Godean ke Kebun Binatang Gembiraloka.

"Kegiatan bersih-bersih ini baru pertama kali dan rencananya digelar rutin," tandasnya. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/05/10/vandalisme-jogja-remaja-hapus-grafitti-di-pos-polisi-602866">FOTO VANDALISME JOGJA : Remaja Hapus Grafitti di Pos Polisi)