KELANGKAAN GAS ELPIJI : Pertamina Gelar Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kg di Bantul

Bisnis/RachmanPERKETAT PENYALURANPekerja menata tabung gas elpiji 3 kg di pangkalan elpiji Jalan Ahmad Yani Bandung, Jawa Barat, Jumat (3 - 1). Khawatir terjadi peralihan konsumen elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg akibat kenaikan elpiji 12 kg, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memperketat pengawasan perdagangan dan penyaluran elpiji 3 kg.
15 Mei 2015 21:20 WIB Redaksi Solopos Bantul Share :

Kelangkaan gas elpiji ditindaklanjuti PT Pertamina dengan menggelar operasi pasar di Bantul

Harianjogja.com, BANTUL- PT Pertamina menggelar operasi pasar elpiji ukuran tiga kilogram untuk masyarakat Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, guna mengantisipasi kelangkaan bahan bakar bersubsidi tersebut di pasaran.

"Dalam operasi pasar elpiji ini kami sediakan sebanyak 560 tabung," kata petugas pengecekan tabung elpiji dari Pertamina Rayon Jawa Tengah-DIY, Anan disela operasi pasar elpiji di halaman gedung SKB, Jalan Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, Jumat (15/5/2015).

Operasi pasar elpiji di wilayah Banguntapan ini merupakan yang kedua kalinya digelar dalam kurun waktu dua minggu berturut-turut, upaya ini, kata dia dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji ukuran tiga kilogram di pasaran.

Menurut dia, selain di wilayah Banguntapan, Pertamina juga menggelar operasi pasar serupa di dua lokasi sekaligus, yakni di wilayah Kecamatan Sedayu Bantul dan Gamping Kabupaten Sleman yang masing-masing wilayah dialokasikan 560 tabung.

"Harga dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi [HET], yaitu Rp15.500 pertabung, dan yang boleh membeli hanya warga ber-KTP [kartu tanda penduduk] sesuai wilayah [operasi pasar]," katanya.

Sebagaimana pengalaman minggu lalu, operasi pasar sebelumnya langsung diserbu warga setempat, sehingga stok 560 tabung melon ini langsung habis terjual dalam beberapa jam, sebab mayoritas konsumen yang didominasi ibu rumah tangga membeli dua tabung sekaligus.

Menurut di, sebenarnya istilah kelangkaan elpiji tidak tepat untuk mendeskripsikan sulitnya masyarakat untuk mendapatkan tabung elpiji tiga kilogram di pasaran, namun lebih tepat minimnya stok di pangkalan maupun pengecer karena tingginya permintaan.

"Beda dengan dulu tiap rumah tangga jarang yang memakai elpiji tiga kilogram, namun sekarang ini setiap rumah pasti memakai," katanya.

Namun demikian, saat ditanya apakah akan ada lagi rencana operasi pasar elpiji di wilayah Bantul, pihaknya tidak mengetahuinya sebab kebijakan langkah menjual bahan bakar elpiji sesuai HET tersebut berasal dari atasan.