MASALAH SAMPAH DI BANTUL : Duh, Sampah Liar Mencapai 800 Ton

HarianJogja/Gigih M. HanafiPara pemulung mengumpulkan sampah yang belum dipilah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Kamis (24 - 4). Diperkirakan pada tahun 2015 TPST tersebut penuh sehingga pengolahan sampah secara mandiri oleh masyarakat perlu semakin digencarkan.
16 Mei 2015 09:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Masalah sampah di Bantul masih menyisakan persoalan, terutama sampah liar

Harianjogja.com, BANTUL-Sampah liar di Kabupaten Bantul diperkirakan mencapai 800 ton. Sampah itu tersebar setidaknya di 50 titik seluruh kecamatan se-Bantul.

Diakui sendiri oleh Kepala Unit Pelaksana TugasĀ  Kebersihan, Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman (UPT KP3) Dinas Pekerjaan Umum Bantul Surono, sampah-sampah itu merupakan tumpukan yang tak masuk dalam depo serta bak sampah resmi dari pemkab. Akibatnya, tumpukan sampah itu membuat pemandangan kota menjadi terlihat kumuh.

Selain itu, ia juga menyayangkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk untuk membuang sampah pada bak sampah yang telah disiapkan pemkab. Untuk itu, pihaknya berharap kepada masyarakat untuk turut berlangganan sampah di instansi terkait, baik yang milik pemerintah maupun swasta.

"Jadi sampah itu terbuang di tempat yang seharusnya, tidak ditumpuk di sembarang tempat," akunya saat dihubungi, Kamis (14/5/2015).

Rencananya, mulai bulan ini, secara bertahap pihaknya akan melakukan evakuasi terhadap tumpukan sampah liar itu. Ia mengaku tak bisa melakukannya secara langsung.

Alasannya adalah lantaran jumlah armada pengangkut yang dimiliki oleh Kantor KP3 memang terbilang masih minim. "Kami hanya punya 12 unit dumptruck dan 2 unit motor bak roda tiga," akunya.

Dikatakannya, di kuartal I tahun 2015 ini, ia sudah pernah melakukan pengevakuasian sampah-sampah liar di kawasan Ring Road Selatan. Februari lalu, pihaknya harus mengerahkan setidaknya 4 unit truk untuk mengevakuasi sampah dari Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) hingga persimpangan Blok O di Banguntapan Bantul. "Ketika itu, kami juga melakukan penyisiran di titik-titik lain. Seperti misalnya di sekitar Jalan Samas, Palbapang," ujarnya.

Menurutnya, pada beberapa beberapa titik di tepi jalan raya jalan lingkar selatan yang dipasangi larangan buang sampah, sebab di spot itu bukan merupakan tempat pembuangan sampah, namun sering diabaikan warga maupun pengguna jalan.

Ia mengaku, awalnya tumpukan sampah di titik tersebut hanya sedikit. Namun, sedikit demi sedikit tumpukan itu semakin bertambah. "Entah karena memang ada warga sekitar yang membuang sampah itu, atau ada pengguna jalan yang juga ikut membuang sampah ke situ," tuturnya.

Setelah dievakuasi, sampah lantas dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Piyungan. Petugas selanjutnya memasang spanduk bertuliskan larangan membuang sampah agar masyarakat tidak buang sampah sembarangan. "Entah, spanduk itu masih ada atau tidak sekarang," tegasnya.