PILKADA GUNUNGKIDUL : Muncul Duet Djangkung-Endah

Ilustrasi pilkada (JIBI/Solopos - Dok)
18 Mei 2015 13:40 WIB Uli Febriarni Gunungkidul Share :

Pilkada Gunungkidul diramaikan dengan kemunculan Djangkung-Endah.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dukungan bagi duet Djangkung Sudjarwadi dan Endah Subekti Kuntariningsih untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini mulai muncul.

Hal itu terlihat dari hadirnya ratusan warga beserta Relawan Djangkung dan Relawan Endah di Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong, Minggu (17/5/2015), pada deklarasi dukungan untuk Pilkada Desember mendatang. Para relawan menyatakan siap untuk menjadi mendukung pasangan ini dan memenangkan mereka.

Koordinator Relawan Sahabat Djangkung dan Sahabat Endah, Adi Tawiyo, menjelaskan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) tidak perlu lagi mencari pasangan calon bupati dan wakil bupati dari luar partai.

Mengingat, dua tokoh penting PDIP, Djangkung Sudjarwadi dan Endah Subekti Kuntariningsih, merupakan tokoh yang dianggap memiliki kemampuan untuk memimpin Gunungkidul. Relawan pun mendesak Dewan Pimpinan Cabang PDIP mau mengusung Djangkung dan Endah sebagai duet pasangan kepala daerah.

Menurut Adi, saat ini semestinya DPC PDIP langsung mengajukan ke Dewan Pimpinan Pusat PDIP untuk memberikan rekomendasi kepada Djangkung dan Endah.

“Kami [relawan] juga siap berjuang di garda depan untuk pemenangan Djangkung-Endah,” paparnya.

Endah mengaku berterima kasih terhadap dukungan warga. Namun, mekanisme partai harus dilalui dan dijunjung tinggi. Sebagai petugas partai, dirinya siap dan tunduk terhadap keputusan yang diambil DPP.

“Jangankan jadi wakil bupati, jadi bupati atau tidak jadi pun saya siap. Kami [DPC] berharap warga mendukung apapaun keputusan partai, termasuk apabila Djangkung berpasangan dengan Endah, atau siapapun yang akan diusung,” ucap Ketua DPC PDIP Gunungkidul itu.

Saat ini, Endah menyebut segenap keluarga besar DPC dan warga menunggu keputusan DPP. Tim survei telah melakukan tugas untuk bekerja guna mengetahui situasi para kandidat cabup dan cawabupnya dikenal masyarakat.

“Tunggu keputusannya seperti apa,” tutur perempuan yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gunungkidul itu.

Para peserta uji kepatutan dan kelayakan bakal calon bupati dan wakil bupati di DPP PDIP, sebelumnya mendesak DPP untuk konsisten memilih pasangan cabup dan cawabup hasil seleksi. Bukan mengambil dari individu di luar peserta uji kepatutan dan kelayakan.

Supriyadi, peserta uji kepatutan dan kelayakan wabup, mengaku para peserta seleksi menginginkan PDIP konsisten dengan langkah uji kepatutan dan kelayakan yang sudah dilakukan.

“Proses penjaringan yang bagus namun perlu dilakukan dengan fair. Jangan sampai PDIP membuat skenario dengan memunculkan tokoh yang tidak ikut dalam proses penjaringan,” ujarnya.

Peserta seleksi lainnya, Ahmad Fikri, meminta PDIP konsisten dengan langkah merekrut bakal calon pasangan bupati dan wakil bupati lewat upaya fit and proper test di DPP PDIP. Dia minta jangan sampai ada pengingkaran proses karena mempertaruhkan nama baik partai politik dan terkait dengan kepercayaan dari masyarakat.

“Fit and proper test langkah maju dan peserta [tes] menunggu konsistensi dari proses penjaringan itu,” ujarnya.