Advertisement
SABDA RAJA : Ganti Gelar, Sultan Mengaku Sudah Berkonsultasi dengan Alim Ulama
Advertisement
Sabda Raja Sultan Jogja salah satunya berisi tentang penggantian gelar. Sultan mengaku sudah berkonsultasi dengan alim ulama sebelumnya
Harianjogja.com, JOGJA- Raja Kraton Ngayogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meyakini dua sabda terakhirnya adalah perintah leluhur yang harus dia laksanakan.
Advertisement
"Saya percaya dengan perintah leluhur," kata Sultan dalam audiensi dengan jajaran pimpinan redaksi Harian Jogja di Kepatihan, Selasa (19/5/2015).
Sultan menegaskan hanya berkewajiban mengganti gelar dan menetapkan putrinya Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun menjadi GKR Mangkubumi yang bergelar Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng Ing Mataram.
"Saya hanya sebatas nama Pembayun menjadi Mangkubumi. Selanjutnya akan menggantikan saya atau tidak, saya tidak tahu," tegas Sultan.
Soal pergantian gelar, Sultan mengaku sudah berkunsultasi dengan sejumlah alim ulama dan beberama ormas Islam, semuanya tidak mempersoalkan.
Ia menyatakan, meski gelar berganti, Kraton Ngayogyakarta sampai saat ini tetap Islam. "Kalau bukan Islam enggak mungkin dimakamkan di Imogiri," jelasnya.
Menurut Sultan, memang tidak mudah untuk memahami apa yang dilakukannya tanpa menggunakan rasa (hati), pada akhirnya menimbulkan prasangka.
Diketahui, banyak yang menentang Sabda Raja dan Dawuh Raja, termasuk adik-adik Sultan atau para putra HB IX. Mereka menilai Sultan sudah keluar dari adat dan paugeran Kraton.
Sultan menegaskan, paugeran adalah urusan internal Kraton, dan paugeran tertinggi dalam Kraton adalah raja atau Sultan, karena di Kraton tidak ada dewan semacam DPR dalam pemerintahan.
Ia mencontohkan, dalam paugeran Kraton semua yang masuk Kraton harus membuka baju, namun oleh HB IX peraturan itu dirubah, saat ini boleh mengenakan baju.
Raja yang memiliki nama asli Herjuno Darpito ini mengakui tak mudah melakukan perubahan di jaman seperti ini, karena menurutnya, bangsa ini terlalu lama dalam penjajahan bangsa asing. Oleh karena itu, Sultan mengatakan butuh keluar dari sangkar emas, dan bangsa ini harus mandiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Menteri KKP Pingsan Saat Pelepasan Jenazah Korban ATR 42-500
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- 3 Acara di DIY Masuk Katalog Kharisma Event Nusantara, Ini Daftarnya
- Angin Kencang Terjang DIY, BPBD Catat 2 Warga Sleman Meninggal Dunia
- Taman Budaya Bantul Dirancang Jadi Pusat Budaya dan Wisata
- Pemkab Bantul Perluas TK Negeri untuk Pendidikan Anak Usia Dini
- Dua Pengendara Motor Meninggal Tertimpa Pohon Randu di Lembah UGM
Advertisement
Advertisement



