WISATA GUNUNGKIDUL : Dipilih Sebagai Contoh Pengelolaan Nasional, Pemkab Gagas Festival Geopark Gunungsewu

20 Mei 2015 11:40 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Wisata Gunungkidul untuk karts Gunungsewu terpilih sebagai contoh pengelolaan nasional.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Pusat menetapkan kawasan karts Gunungsewu sebagai percontohan pengelolaan geopark nasional. Guna menguatkan status tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggagas diselenggarakannya festival Geopark Gunungsewu.

Kemungkinan besar kegiatan ini baru diselenggarakan tahun depan. Sebab untuk mewujudkan festival itu, harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan dua kabupaten lain, yakni Wonogiri (Jawa Tengah) dan Pacitan (Jawa Timur).

“Kalau bisa digelar tahun ini, tapi kami tidak akan memaksakan. Sebab, masih banyak yang harus dikerjakan. Utamanya koordinasi dengan dua kabupaten lain, baik untuk masalah persiapan atau pun penyelenggaraan,” kata Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono kepada Harianjogja.com, Selasa (19/5/2015).

Dia menjelaskan pelaksanaan kegiatan harus bisa dikonsep dengan matang, dan tidak hanya asal jalan. Sebab, keberhasilan dalam pelaksanaan akan makin memperkokoh posisi Gunungsewu sebagai percontohan dalam pengelolaan nasional.

“Makanya kita tidak terlalu terburu-buru untuk menyelenggarakannya. Kalau tidak di tahun ini, bisa dilaksankaan di tahun depan,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Hary, penetapan Gunungsewu sebagai percontohan nasional, tidak lepas dari keberhasilan dalam pengelolaan. Selain ikut melibatkan partisipasi dari masyarakat, pengelolaannya juga melibatkan tiga kabupaten, tiga provinsi hingga tiga kementerian.

“Inilah yang dianggap sebagai suatu keberhasilan oleh staf ahli Kementerian ESDM. Oleh karenanya saat dilakukan rapat koordinasi di tingkat nasional, pengelolaan geopark Gunungsewu bisa menjadi percontohan nasional,” tutur pria berkacamata itu.

Menurut Hary, di Gunungkidul setidaknya ada 13 titik yang dimasukan dalam kawasan geopark. Titik-titik tersebut tersebar hampir merata di seluruh wilayah, mulai dari Kecamatan Patuk hingga Girisubo.

“Ya lokasinya banyak, ada Gua Pindul, Bengawan Solo Purba hingga kawasan Hutan Wanagama,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Gunungkidul Budi Martono mengatakan, prestasi yang telah diraih harus dijadikan motiviasi untuk mengelola lebih baik lagi.

“Intinya jangan cepat puas, karena masih banyak tugas yang harus diselesaikan. Salah satunya menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda, yakni terus berusaha memasukan gunungsewu dalam global geopark network dari UNESCO,” tutur Budi.

Dia pun mewanti-wanti jangan sampai ada perbandingan antar kawasan geopark. Sebab, di masing-masing wilayah memiliki karakteristik dan ciri khas yang berbeda pula.

“Kita tidak bisa membandingkan antara gunungsewu dengan geopark di Bali, atau yang ada di Merangin, Jambi. Yang bisa dilakukan adalah
bagaimana bekerjasama dalam melakukan pengelolaan,” tutur Budi.