KAWASAN INDUSTRI SENTOLO : Siap Serap Ratusan Ribu SDM

Ilustrasi aktivitas pekerja industri tekstil (JIBI/Solopos - Dok.)
24 Mei 2015 11:20 WIB Kulonprogo Share :

Kawasan industri Sentolo diincar banyak investor dalam dan luar negeri.

Harianjogja.com, KULONPROGO – Kawasan peruntukan industri Sentolo mulai diincar investor, baik dalam negeri maupun luar negeri. Kawasan tersebut diprediksi akan mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan menjadi sentra industri terbesar DIY.

Kabid Penanaman Modal Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulonprogo Robby Ampera mengatakan, penyerapan tenaga kerja di masa yang akan datang akan sangat besar. Terlebih kawasan peruntukan industri telah dilirik dua perusahaan pengembang kawasan industri.

“Jika di kawasan peruntukan industri semua pabrik berdiri di lahan seluas 800 hektare, prediksinya penyerapan tenaga kerja bisa mencapai 720.000 pekerja,” ujar Robby saat ditemui di kantornya,Jumat (22/5/2015).

Robby menjelaskan, kawasan peruntukkan industri Sentolo akan menjadi kawasan strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kulonprogo. Penyerapan tenaga kerja terbesar nantinya akan berada di kawasan industri yang dikembangkan perusahaan pengembang kawasan industri. Saat ini, lanjut Robby, sudah ada dua perusahaan pengembang kawasan industri yang siap membangun kawasan industri terpadu di Sentolo.

“Luasan lahan yang akan dikelola dua perusahaan [pengembang kawasan industri] itumencapai 170 hektare. Jika dihitung-hitung, dengan minimal 90 pekerja, kurang lebih penyerapan tenaga kerja bisa mencapai 120.000 pekerja,” jelas Robby.

Lebih lanjut Robby menjelaskan, saat ini saja penyerapan tenaga kerja dari perusahaan yang sudah beroperasi saja sudah cukup besar. Bahkan, perusahaan yang baru menerima izin prinsip saja sudah berkontribusi sekitar 1.600 pekerja.

“Sebut saja pabrik wig dari Korea, saat ini jumlah karyawannya sekitar 1.000 pekerja. Padahal kapasitas alat produksi dan pabriknya diperuntukan paling tidak untuk 6.000 an pekerja. Artinya, bisa saja, kebutuhan tenaga kerja yang diinginkan masih sangat besar,” tandas Robby.

Sementara itu, Kabid Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo Heri Darmawan mengungkapkan, sejumlah pabrik besar yang berdiri di Kulonprogo banyak menggantungkan diri pada tenaga kerja lokal. Sebut saja, perusahaan rokok, perusahaan alat
pertanian, pabrik wig hingga pabrik pengolahan batu andesit.

Heri tak menampik, dengan adanya kawasan peruntukan industri Sentolo hingga mega proyek, penyerapan tenaga kerja di Kulonprogo akan semakin besar. Maka dari itu, sejumlah strategi telah disiapkan sejak dini, yakni dengan menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi dunia kerja. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran Bursa Kerja Khusus (BKK) yang ditempatkan di sekolah-sekolah kejuruan.

“Kami sejak saat ini telah melakukan langkah-langkah strategis. Tujuannya adalah investasi padat karya yang bisa dinikmati warga Kulonprogo. Upayanya adalah dengan BKK, perusahaan yang sudah berdiri bisa langsung dapat mengakses tenaga kerja siap kerja di sekolah-sekolah ini, kami hanya tinggal memonitor,” jelas Heri.