PERIKANAN SLEMAN : Budidaya Ikan Bokesan Jadi Wisata Minat Khusus

JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya(dari kiri ke kanan) Ucik, Gomes dan, Jalu, menunjukkan ikan yang mereka dapatkan dari memancing di kolam air mancur Stadion Manahan Solo, Jumat (13 - 7). Mencari ikan sambil bermain air menjadi pilihan ketiganya untuk mengisi waktu liburan sekolah.
25 Mei 2015 00:20 WIB Redaksi Solopos Sleman Share :

Perikanan Sleman, utamanya ikan bokesan dikembangkan sebagai wisata minat khusus.

Harianjogja.com, SLEMAN- Sentra budi daya ikan di Dusun Bokesan, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikembangkan dengan konsep wisata untuk menggaet wisatawan.

"Kami mencoba mengembangkan sentra budi daya ikan dengan konsep desa wisata. Pengunjung selain dapat belajar mengenai budi daya ikan juga dapat menikmati wisata kuliner berupa berbagai olahan berbahan baku ikan," kata Ketua Kelompok Petani Ikan Bokesan Saptono, Sabtu (23/5/2015).

Menurut dia, di Bokesan terus diupayakan untuk dijadikan wisata minat khusus bidang perikanan.

"Kami punya target dari mulai pengolahan hingga pengembangan wisatanya," tuturnya.

Ia mengatakan pelatihan budi daya ikan yang diberikan di Bokesan tersebut meliputi pembenihan, pembesaran, pembuatan pakan, dan pengolahan ikan bagi masyarakat sekitar.

"Selain diberikan pelatihan berupa cara budi daya ikan juga didorong untuk lebih dikembangkan dalam berbagai bentuk ekonomi kreatif lainnya.

Saptono mengatakan di Bokesan lahan untuk budi daya ikan pada musim hujan seluas 30 hektare, namun jika di musim kemarau hanya 15 sampai 20 hektare.

"Ikan yang dikembangkan hampir 95 persen masyarakat di dusun ini adalah nila, gurami, lele, bawal, sampai ikan hias. Kapasitas produksi mencapai lima juta hingga tujuh juta ekor per bulan. Untuk ikan kecil dikirim sampai ke Papua, Gorontalo, dan lainnya. Omzet sekitar Rp11, 5 miliar," katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman Widi Sutikno mengatakan Dusun Bokesan akan dikembangkan sebagai industri bambu.

"Dari pengembangan tersebut, nantinya diharapkan bisa mendorong minat wisata khusus di daerah berpenghasil ikan ini. Jadi nantinya orang yang datang tidak hanya mengambil hasil ikannya tetepai juga bisa membakarnya di sini," katanya.