PENATAAN KOTA JOGJA : Kerusakan Taman di Jogja Capai Satu Hektare per Tahun

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoAnak-anak bermain dibawah rindangnya pohon cemara udang di taman simpang empat kantor Pos Besar Yogyakarta, Sabtu (04/04 - 2015). Di antara padatnya pemukiman warga, fasilitas yang dibangun pemerintah seperti taman/taman di perkotaan menjadi ruang terbuka hijau bagi warga untuk bermain ataupun berekreasi.
27 Mei 2015 02:20 WIB Jogja Share :

Penataan Kota Jogja perlu difokuskan pada taman yang ada di sejumlah titik.

Harianjogja.com, JOGJA-Kerusakan taman di Jogja berkisar 20% per tahun dari luas total. Ramainya kunjungan wisatawan hingga jutaan orang per tahun disinyalir menjadi salah satu penyebabnya.

Data yang dihimpun dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jogja luas total taman di Jogja berkisar 56.000 meter persegi yang terbagi ke dalam tujuh sektor. Kasubid Pertamanan BLH Jogja Suryadi menyebutkan kerusakan taman di Jogja mencapai 20% setiap tahun.

"Namun kerusakan berpencar tidak di satu taman saja, bisa di sebagian titik yang tersebar di beberapa taman, kali dijumlah keseluruhannya per tahun bisa 20 persen," paparnya kepada Harianjogja.com, Senin (25/5/2015).

Kendati demikian, perbaikan tidak perlu menunggu waktu. Artinya, ketika petugas mendapati tanaman yang rusak maka segera diganti. Kerusakan, urainya, biasa terjadi pada tanaman yang sudah layu atau rumput yang terinjak orang. Sesekali, BLH Jogja juga melakukan pergantian media tanam.

"Kami selalu melakukan pemantauan di lapangan dan perbaikan dapat bersifat segera atau berkala," tuturnya.

Perbaikan berkala, kata Suryadi, membutuhkan perencanaan anggaran. Sejauh ini, sebutnya, anggaran perbaikan taman di Jogja
mencapai puluhan juta rupiah per tahun tergantung dari kondisi taman yang harus diperbaiki.

Sri Astuti, salah satu pedagang kaki lima di kawasan titik nol, mengatakan pada musim liburan Jogja selalu dipenuhi pengunjung. "Mereka berdesak-desakan di jalan, sehingga seringkali menginjak rumput taman supaya dapat memotong jalan," tandasnya.