SEKOLAH BANTUL : 19 Sekolah Berganti Nama

27 Mei 2015 23:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Sekolah Bantul disejumlah tempat akan berganti nama.

Harianjogja.com, BANTUL-Seperti dikabarkan oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas (Dikmentas) Dinas Pendidikan Menengah dan Non-Formal (Dikmenof) Bantul Suhirman, sejak 2013 lalu, pihaknya sudah mempersiapkan perubahan nomenklatur sekolah itu. Kini pihaknya hanya tinggal menunggu regulasi yang mendasari hal itu.

"Regulasi yang kita pakai adalah Peraturan Bupati [Perbup]. Saat ini masih kami godog," akunya saat ditemui, Selasa (26/5/2015) siang.

Ia menargetkan, tahun ajaran 2015/2016 yang akan dimulai Juli-Agustus menatang, 19 sekolah negeri di Bantul sudah memiliki nomenklatur yang baru. Setelah menyelesaikan Perbup, pihaknya akan meregister nomenklatur sekolah yang baru itu kepada pihak Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP).

"Nanti mereka [PDSP] yang melakukan verifikasi di masing-masing sekolah," cetusnya.

Kendati perubahan nomenklatur sekolah itu merupakan satu gebrakan di dunia pendidikan DIY, namun pihak Pemkab Bantul justru sama sekali tak menganggarkan dana. Akibatnya, pihak sekolah lah yang harus menanggung dana persiapan perubahan nomenklatur tersebut, mulai dari penggantian papan nama hingga pengubahan kop surat.Terkait hal ini, ia mengklaim pihak sekolah tak mempermasalahkan. Menurutnya, pihak sekolah justru menyambut gembira rencana perubahan nomenklatur tersebut.

"Pihak sekolah dengan senang hati melakukannya. Tak ada masalah," akunya.

Dijelaskannya, motivasi penggantian nomenklatur itu bukan perkara teknis pendidikan. Motivasi perubahan diakuinya hanya sekadar pembangunan spirit persatuan Bantul. "Jadi menyebutnya nanti tidak per kecamatan, tapi langsung Bantul," tuturnya.

Di Bantul sendiri, jumlah SMA yang berstats negeri mencapai 19 unit. Dengan diubahnya nomenklatur sekolah, maka penyebutan nama SMA di
Bantul nantinya akan merujuk pada angka.

"Misalnya SMA Negeri 1 Bantul, SMA Negeri 2 Bantul, dan seterusnya sampai SMA Negeri 19 Bantul," paparnya.

Begitu juga dengan jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Diakuinya, jumlah SMK negeri di Bantul saat ini berjmlah 13 unit. Sama halnya dengan SMA, penyebutan nama SMK nantinya juga akan merujuk pada angka. Dengan berubahnya nomenklatur, maka besar kemungkinan pihaknya akan melakukan perubahan pada sistem rayonisasi. Hanya saja, hingga kini pihaknya masih fokus pada penggodokan perbup mengenai nomenklatur tersebut.

"Mungkin rayonisasi SMA nantinya akan kita ubah berdasarkan letak geografis sekolah. Sedangkan untuk SMK akan kita pakai 1 rayon saja," tuturnya.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Dasar (Disdikdas) Bantul Sudarwati membenarkan akan rencana perubahan nomenklatur tersebut. Rencananya, seluruh sekolah tingkat dasar mulai jenjang SD hingga SMP, dijadwalkannya akan berubah nomenklaturnya di tahun ajaran baru mendatang.

"Tapi kami masih tunggu Perbup," tukasnya.

Dijelaskannya, di Bantul terdapat 281 unit yang tersebar di 17 kecamatan. Lantaran jumlahnya yang terlampau banyak, nomenklatur SD itu nantinya akan disesuaikan berdasar basis kecamatan. Selama ini, penyebutan SD yang masih berbasis pedukuhan kerap memunculkan kendala lantaran adanya beberapa nama pedukuhan yang sama di 2 desa dan kecamatan berbeda.

"Sementara untuk SMP yang berjumlah 47, penyebutannya tetap berbasis pada angka," akunya.

Terkait pendanaan, berbeda dengan pihak Dikmenof, pihaknya bisa memaklumi jika ada sekolah yang merasa keberatan membiayai pendanaan perubahan administrasi nomenklatur tersebut. Itulah sebabnya, dalam pembahasan anggaran perubahan 2015 mendatang, pihaknya berupaya akan
membawa pengalokasian untuk perubahan nomenklatur sekolah itu dalam pemabahasan tersebut.