Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Bandara Kulonprogo, Angkasa Pura menegaskan pembebasan lahan baru belum selesai.
Harianjogja.com, KULONPROGO– Menteri Agraria dan Tata Ruang RI Ferry Mursyidan Baldan menyatakan pembebasan lahan di lokasi pembangunan bandara baru di Temon, Kulonprogo sudah mencapai 90%. Pernyataan tersebut dibantah pihak PT Angkasa Pura I selaku pelaksana pembangunan bandara.
“Pernyataan itu tidak benar, itu dari mana dasarnya, saya tidak tahu,” ujar Tim Community Development Pembangunan Bandara Baru Ariyadi Subagyo saat dihubungi wartawan, Selasa (26/5).
Ariyadi menegaskan, proses untuk mencapai pembebasan lahan masih panjang. Pihaknya mempertanyakan pernyataan menteri terkait pembebasan lahan yang sudah dimaksud. Padahal, saat ini tim pelaksana pembangunan masih menanti selesainya gugatan warga atas diterbitkannya IPL tersebut.
“Sekarang IPL yang terbit masih digugat di PTUN. Hari ini [kemarin] masih berlangsung sidang gugatan yang kedua. Prosesnya masih panjang,” ungkap Ariyadi.
Ariyadi memperkirakan, dasar yang kemungkinan digunakan adalah hasil dari konsultasi publik. Namun, dia mengungkapkan, hasil konsultasi publik menunjukkan warga yang setuju pembangunan bandara hanya 85,2%. Sedangkan, pernyataan Ferry Mursyidan menyatakan 90% pembebasan lahan di lokasi tersebut sudah tuntas.
“Ya, itu yang kami tidak tahu [dasar pernyataan]. Hasil konsultasi publik, warga sepakat ada 85,2 persen, yang tidak sepakat hanya 11,84 persen dan warga yang tidak hadir hanya 2,38 persen. Mungkin ada pertimbangan dari BPN, apakah dari kepemilikan tanah yang sepakat, atau seperti apa,” jelas Ariyadi.
Sementara itu, Kepala BPN tersebut, Direktur Utama LBH Jogja Samsudin Nurseha mengatakan, pernyataan yang disampaikan Kepala BPN salah kaprah. Dia mengatakan, warga masih memiliki hak untuk menggugat. Dia mengatakan, IPL dari gubernur menjadi dasar untuk proses pembebasan lahan di lokasi pembangunan bandara.
“Hal itu sudah diatur dalam undang-undang nomor 2 tahun 2012. Jadi Menteri Agraria dan Tata Ruang salah kaprah,” ujar Samsudin.
Samsudin membenarkan, statement yang disampaikan Ferry Mursyidan bahwa, pembebasan lahan sudah 90% tuntas tidak berdasar. Pasalnya, sesuai dengan undang-undang itu, setelah IPL diterbitkan gubernur, kemudian tim pembebasan lahan dibentuk. Sementara saat ini, IPL sedang dalam gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
“Kemungkinan, menteri tidak tahu mekanisme yang diatur dalam undang-undang itu, sehingga salah kaprah dalam mengeluarkan statement tersebut. Terkait pernyataan salah kaprah itu, kami tidak akan mengajukan klarifikasi dengan menyurati kementrian. Semestinya beliau [Menteri Agraria] mengikuti pemberitaan yang ada,” jelas Samsudin.
Ketua WTT Martono menambahkan, pernyataan menteri tidak tepat. Semestinya, kata dia, kementerian perlu mengetahui bagaimana kondisi di lapangan.
“Menteri tidak tahu kondisi di sini seperti apa. Jika ingin menyampaikan pernyataan seperti itu, lihat dulu kondisi masyarakat di sini, jangan sepihak dalam menentukan,” jelas Martono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.