KRIMINALITAS BANTUL : Kematian Anwar Masih Misterius

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Dok)
31 Mei 2015 13:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Kriminalitas Bantul mengenai penyebab kematian Anwar masih simpang siur.

Harianjogja.com, BANTUL—Kematian siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sabdodadi, Bantul, Anwar Waldiyanto, awal Mei lalu masih misterius. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Penembahan Senopati memastikan, tidak diketahui apakah korban tewas akibat minuman keras (miras) oplosan yang semula diduga warga.

Sabtu (30/5/2015) siang, perwakilan warga Dadapan Kidul, Timbulharjo, Sewon, Bantul (warga tempat tinggal korban) telah bertemu dengan otoritas RSUD Panembahan Senopati ihwal klarifikasi hasil diagnosa penyebab kematian korban yang simpang siur.

Menurut warga, diagnosa RSUD yang disampaikan ke keluarga korban menyebut korban tewas akibat keracunan alkohol. Namun diagnosa yang disampaikan ke Polsek Bantul, korban meninggal karena mengalami penurunan kesadaran.

Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul I Nyoman Gunarsa menegaskan, lembaganya tidak pernah mengeluarkan diagnosa korban tewas akibat keracunan alkohol seperti versi warga.
Sebab, pihak rumah sakit hingga korban meninggal tidak sempat melakukan tes laboratorium yang dapat mengetahui zat-zat yang terkandung dalam tubuh korban.

"Jadi tidak tahu apakah ada keracunan alkohol atau tidak, kami tidak pernah keluarkan diagnosa itu," terang Nyoman Gunarsa, Sabtu (30/5/2015).

Hasil diagnosa sebenarnya kata dia hanya menyebutkan, korban mengalami penurunan kesadaran saat masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Rabu (6/5/2015). Pemeriksaan berlanjut dan menemukan ada infeksi otak.

"Dari dokter spesialis akan dirujuk ke spesialis syaraf untuk CT scan saja tidak sempat karena pasien keburu meninggal," katanya.

Koordinator warga Dusun Dadapan Kidul yang mengadvokasi kasus kematian Anwar, Heri Triyanto mengatakan, pihaknya tetap berpegang pada surat diagnosa awal yang diserahkan RS ke keluarga korban.

"Diagnosa itu jelas menyebut korban keracunan alkohol, diagnosa itu yang baru, yang belum ada perubahan. Surat itu diterima keluarga korban saat jenazah dipulangkan," ujar Heri.

Warga kata dia masih berkeyakinan Anwar meninggal tidak wajar. Warga menduga, korban dicekoki miras oleh rekannya, bukan karena mengonsumsi sendiri minuman keras. Karena ada saksi yang melihat korban dijemput seorang rekannya sepulang sekolah pada hari-hari terakhir ia hidup. Anak seorang takmir masjid itu, menurut dia, tidak mungkin melakukan tindakan tercela.

"Kami kenal sekali siapa Anwar, ini dugaan kami [korban dicekoki miras]," paparnya.

Ihwal klaim RSUD tentang penyebab kematian korban yang masih misterius menurutnya tidak akan jadi penghalang warga menuntut penuntasan kasus ini ke polisi. Warga akan menelusuri kronologi peristiwa sebelum korban meninggal.

Puluhan warga Dadapan sebelumnya menggerudug MAN Sabdodadi, Polsek Bantul dan RSUD Panembahan Senopati, meminta klarifikasi kematian Anwar serta mendesak kasus ini diselidiki dan dituntaskan polisi.