Monyet Liar Masuk Permukiman Bantul, BKSDA Siapkan Perangkap
Monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman Grojokan, Bantul selama 2 pekan. Warga resah dan BKSDA akan memasang perangkap.
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com JOGJA - Wisata offroad disebut tengah naik daun beberapa waktu belakangan di Jogja. Banyak komunitas dan segmen dari kalangan keluarga pengin mencicipi serunya mengendarai Jeep melewati trek ekstrem yang menantang.
Potensi wisata offroad ini disinyalir menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki Jogja lantaran ada beberapa wilayah yang sangat cocok dijadikan lokasi. Promosi wisata yang tak bisa dibilang baru ini ini pun harus digencarkan untuk menarik minat pengunjung.
Salah satu komunitas yang kerap menggelar agenda touring dan wisata offroad keluarga adalah JKOne Chapter Mataram. Kumpulan pemilik dan pehobi mobil Jeep Rubicon ini mengatakan, potensi wisata Jogja sangat luas dan beragam. Selain wisata budaya dan sejarah, offroad bisa menjadi salah satu yang menjanjikan.
"JKOne sering menggelar touring setiap bulan sekali di objek-objek wisata offroad di Lava Tour Merapi yang juga sebagai bentuk promosi wisata," kata Ketua JKOne Chapter Mataram Hendro Santoso dalam peringatan hari jadi komunitas itu, Jumat (26/4/2024) malam.
BACA JUGA: Pengunjung Jeep Wisata di Kawasan Merapi Naik 100%
Hendro mengatakan, sekarang ada sebanyak puluhan anggota yang tergabung dengan komunitas itu di Jogja. Gaung aktivitas mereka yang kerap mempromosikan pariwisata offroad cukup terasa lantaran sudah banyak wisatawan yang mulai tertantang mencoba aktivitas itu.
"Ketika JKOne dari daerah lain berkunjung ke Jogja kami selalu ajak mencoba trek baru yang menantang. Selain promosi wisata juga bertujuan mengangkat UMKM dan sektor kreatif di wilayah setempat," ujarnya.
Menurut Hendro, perayaan hari jadi JKOne yang ke-8 tahun ini digelar dengan mengajak serta peran masyarakat luas dengan gelaran panggung rakyat. Pihaknya juga mengadakan bakti sosial berupa santunan kepada panti asuhan dan warga sekitar yang membutuhkan.
"Kami ingin agar masyarakat turut ikut merasakan kegembiraan dan kebahagian bersama dengan hiburan musik, bintang tamu Ndarboy Genk. Doa dan harapan Chapter Mataram akan semakin solid dan peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman Grojokan, Bantul selama 2 pekan. Warga resah dan BKSDA akan memasang perangkap.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.