WISATA SLEMAN : Sepeda Santai Keliling Berbah

Kawasan Berbah Sleman (JIBI/Harian Jogja - Galih Eko Kurniawan)
31 Mei 2015 19:20 WIB Galih Eko Kurniawan Sleman Share :

Wisata Sleman juga dapat dinikmati sembari bersepeda.

Harianjogja.com, SLEMAN-Kecamatan Berbah menawarkan beragam hal menarik. Mengendarai sepeda, lebih pas agar bisa menikmati suguhan wisatanya. Dari Matahari terbit dari balik perbukitan Prambanan sampai Candi Abang. Dari pagi sampai sore.

Pukul 05.00 WIB kurang sedikit, di awal bulan ini, langit di perbukitan Kecamatan Prambanan masih gelap. Duduk santia di tepi sawah, sedikit demi sedikit ada sinar mulai muncul. Hal itu dibarengi dengan perlahan munculnya Matahari dari balik perbukitan Prambanan.

Pemandangan yang sulit ditemui di kala musim hujan. Saat hujan, perbukitan Prambanan kerap diliputi mendung di pagi hari. Beruntung, di awal bulan ini saya bisa melihat Matahari muncul perlahan. Dari warna kuning keemasan sampai terang benderang.

Hampir di setiap sawah di Berbah, bisa untuk melihat terbitnya Matahari. Terutama di kawasan Desa Kalitirto, bila sunrise itu dibumbui perbukitan Prambanan. Saya memilih menikmati semacam golden sunrise di hamparan sawah Dusun Jebresan, di pinggiran Jalan Kalitirto. Tidak perlu jauh-jauh ke bukit Sikunir di Dieng, Jawa Tengah.

Puas menikmati Matahari terbit, saatnya bersepeda menuju pusat Kecamatan Berbah, untuk berburu kuliner. Di situ, beragam menu makanan bisa didapat. Umumnya pemilik warung membuka usahanya pukul 09.00 WIB. Namun, beberapa di antaranya sudah buka sebelum pukul itu. Ada soto, bakso, ayam goreng bahkan bubur ayam.

Perut sudah terisi penuh, lanjutkan perjalanan ke lava bantal di Desa Jogotirto. Biar lebih seru, ambil rute yang menyusuri jalan-jalan kampung. Beragam trek bisa didapat. Ada naik-turun dan ada pula jalan yang masih tanah. Namun, umumnya jalan-jalan kampung sudah beraspal sehingga city bike masih bisa digunakan keliling Berbah.

Puas bermain di lava bantal, saatnya arahkan sepeda ke Candi Abang. Butuh seperempat jam dari lava bantal menuju Candi Abang, memakai sepeda. Tetapi, bila ingin lebih mengeksplore wilayah Berbah, bisa butuh berjam-jam.

Di Candi Abang, bila tidak sedang libur panjang, sepeda bisa dibawa naik ke bukit. Jalur menuju Candi Abang cukup terjal karena tanahnya berbatu. Tidak sedikit orang yang menuntun sepeda dari jalan masuk sampai bukitnya. Hati-hati. Di musim hujan, jalan mencapai bukit cukup licin untuk para pesepeda.

Candi Abang cocok untuk beristirahat lama sambil menikmati bekal. Bila membawa alas, bisa rebahan sambil menunggu hari tidak terlalu terik untuk pulang. Menyusuri Berbah di sore hari yang ramai penjaja makanan di ibukota kecamatan.