PENGAMANAN POLWAN : Kian Banyak Polisi Cantik, Tiap Polsek Ada 2 Polwan

JIBI/Harian Jogja - Desi Suryanto Briptu Eta Satya, petugas Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda DI. Yogyakarta
05 Juli 2015 16:20 WIB Jogja Share :

Pengamanan Polwan sebelum diterjunkan ke tiap Polsek, Polwan baru, lebih dahulu diberi bekal public speaking dan communication skill

Harianjogja.com, JOGJA—Citra polisi sebagai pengayom masyarakat yang garang dan menyeramkan perlahan mulai bergeser. Terlebih dengan kehadiran para polisi wanita atau Polwan yang cantik nan rupawan. Image polisi pun juga berubah, dari yang garang menjadi kian teduh.

Apalagi saat ini banyak dijumpai Polwan yang ikut berjaga di jalanan. Mereka murah senyum saat mengamankan lalu lintas, mengamankan aksi unjuk rasa dan kegiatan lainnya.

Tetapi menjadi seorang Polwan tidaklah mudah, pekerjaan mereka penuh dengan tantangan. Sosoknya yang lembut membuat banyak orang menaruh simpati, namun sebaliknya banyak pengorbanan yang harus mereka lakukan demi tugasnya sebagai seorang polisi.

Melihat pentingnya peran Polwan ini membuat kepolisian terus melakukan penambahan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Polwan bahkan menjadi yang terdepan dalam bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti menjelaskan, jumlah Polwan memang terus ditambah seiring dengan upaya peningkatan layanan masyarakat. Pada 2015 jumlah Polwan di DIY sekitar 600 personel yang tersebar di 80 Polsek dan Polres/Polresta di DIY. Dari jumlah itu beberapa diantaranya menduduki jabatan strategis.

"Mulai tahun ini semua Polsek ada Polwan, minimal dua personel. Karena tahun ini DIY dapat tambahan sekitar 150 Polwan baru," terang Anny kepada Harian Jogja, akhir pekan lalu.

Proses perekrutan Polwan, lanjutnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tidak hanya melihat fisik namun juga yang terpilih memiliki kemampuan menjadi Polisi yang profesional.

"Jadi sesuai kemampuan, bukan karena cantik terus lolos seleksi [Polwan], tapi kompetensinya sebagai Polwan harus terpenuhi," ungkapnya.

Ia menambahkan, sebelum diterjunkan ke tiap Polsek, Polwan baru, lebih dahulu diberi bekal public speaking dan communication skill. Tentang strategi berkomunikasi dengan masyarakat serta untuk
mengetahui hal-hal yang perlu disampaikan ke publik serta batasan-batasannya.

Tak hanya itu, kemampuan berkomputer juga diberikan kepada Polwan untuk mendukung tugasnya.
"Harus melek medsos juga, karena mereka terjun di masyarakat, maka diberi bekal tentang apa yang boleh disampaikan, lakukan dan yang tidak boleh karena masyarakat memiliki kultur bermacam-macam," imbuhnya.

Selain membantu administrasi tiap sektor, saat ini Polwan bertugas memberikan pelayanan perlindungan perempuan dan anak. Polwan dinilai mampu menjadi pendamping sekaligus penyidik dalam setiap kasus yang sensitif berkaitan perempuan dan anak.

Karena itu, kata dia, penugasan Polwan di tiap Polsek dinilai penting, seiring dengan tuntutan dalam memperkuat tugas pelayanan, perlindungan, pengayoman maupun penegakan hukum. Polwan juga dituntut dapat mengembangkan diri sesuai perubahan.

"Perlindungan perempuan dan anak nanti bisa diatasi di level sektor. Terutama Polwan baru juga diberikan pendidikan menjadi penyidik, memeriksa saksi. Kalau perempuan yang mengatasi maka terperiksa akan bisa lebih terbuka dalam hal itu [perempuan dan anak]," imbuhnya.