LEBARAN 2015 : Warga Jogja Diimbau Tidak ke Malioboro

Harian Jogja/Desi SuryantoArus lalu lintas di Jalan Malioboro, Jogja padat merayap seperti terlihat pada Selasa (6 - 8). Kepadatan arus lalu lintas disebabkan banyaknya warga yang ingin berbelanja keperluan Lebaran di sejumlah pusat/pusat perbelanjaan.
08 Juli 2015 08:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Lebaran 2015 mengenai kemacetan diminimalkan dengan mengimbau warga Jogja sementara tak ke Malioboro.

Harianjogja.com, JOGJA-Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengimbau masyarakat Jogja yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk tidak melintasi Jalan Malioboro.

"Warga Kota bisa mengalah, membiarkan para pemudik bernostalgia di Malioboro," kata Haryadi, usai menemui Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, di Kepatihan, Selasa (7/7/2015)

Haryadi mengatakan Malioboro tetap menjadi titik sebtral liburan di Jogja. Oleh karena itu dipastikan akan terjadi kepadatan lalu lintas. Pemkot, kata Haryadi, sudah mengantisipasinya dengan pengaturan arus lalu lintas. Selain itu menyiapkan lokasi parkir alternatif bagi wisatawan yang berlibur ke Malioboro.

"Kantong parkir Malioboro yang utama ada di barat Stasiun Tugu, itu cukup untuk parkir alternatif bagi yang berlibur ke Malioboro," papar Haryadi. Daya tampung lokasi parkir barat Stasiun Tugu adalah 170 mobil dan 450 motor.

Haryadi mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak PT.KAI dalam pemanfaatan lahan parkir yang berada di barat Staiun Tugu tersebut. Lokasi lain untuk parkir ada di Abu Bakar Ali (ABA), Jalan Senopati, Ngabean, Sriwedani, dan Ketandan. Kemudian alternatif lainnya di Amongrogo dan XT Square.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Tulus Ikhlas Pamoji menyatakan biang kemacetan di Malioboro sebenarnya adalah kurangnya lahan parkir. Menurut dia, arus kendaraan yang menuju Jalan Malioboro akan melambat kemudian terjadi penumpukan, karena pengendara biasa mencari-cari lokasi parkir yang kosong.

Tulus mengaku sudah memberikan masukan agar mengupayakan lokasi parkir yang banyak kawasan Malioboro, "Mungkin bisa memanfaatkan gedung-gedung yang tidak dipakai bisa untuk parkir," kata Tulus di DPRD DIY, kemarin.

Upaya yang dilakukan Polda DIY, kata Tulus, adalah melakukan rekayasan lalu lintas, buka tutup dan pengalihan arus sesuai kondisi di lapangan. Dalam pengamanan lebaran ini Polda DIY menerjunkan sebanyak 2.690 personel. Polisi juga akan menyiapkan 31 pos pengamanan dan pos pelayanan untuk memberikan kemudahan pada pemudik dan wisatawan.

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mengaku pengadaan lokasi parkir sudah dilakukan secara bertahap.