Trans Jateng Buka Koridor Gelangmanggung, Operasi Mulai 2027
Pemprov Jateng menyiapkan koridor baru Trans Jateng Gelangmanggung pada 2027 yang menghubungkan Temanggung, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang.
Ilustrasi pilkada (JIBI/Solopos/Dok)
Pilkada 2015, Nasdem DIY tak berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Pilkada Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN—Koalisi partai politik di tingkat nasional ternyata tak berlaku dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di DIY.
Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di DIY pecah. Pada Pilkada Sleman, Partai Nasdem, yang di tingkat pusat bergabung di PDI Perjuangan, justru berlabuh ke PAN. Keputusan ini diambil Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem DIY untuk mendukung pilkada di tiga kabupaten di DIY.
“Kami mengusulkan incumbent. Gunungkidul Badingah dan Imawan Wahyudi, Bantul, Ida [Sri Surya Widati] dan Misbahul Munir, serta Sleman kepada Sri Purnomo,” ujar Ketua DPW Nasdem DIY, Subardi, Jumat (24/7/2015).
Saat ini, PAN belum memutuskan siapa yang maju mendampingi Sri Purnomo sebagai calon Wakil Bupati Sleman. Namun DPC Nasdem Sleman telah mengajukan tiga nama. Mereka adalah Sukamto (PKB), Muslimatun (PDI Perjuangan), dan Warih Wulandari (PDI Perjuangan). Nama-nama tersebut menjadi pertimbangan partai-partai
yang berkoalisi dengan PAN dan juga Sri Purnomo.
Adapun Partai Nasdem tak mengusung calon untuk wakil bupati. “Kader kami belum dikenal rakyat, bagaimana kami akan dipilih? Kami lebih baik ikuti dinamika politik,” ujar dia.
Terkait pecahnya koalisi, Subardi menjelaskan daerah memiliki otoritas untuk menentukan peta persekutuan.
“Koalisi di tingkat pusat adalah kebijakan pemimpin di tingkat pusat. Kalau daerah ya daerah. Daerah tidak mengikat dengan pusat,” ucapnya.
Dengan bergabungnya Nasdem ke PAN, dukungan untuk Sri Purnomo tambah banyak. Partai lain yang telah bergabung dengan PAN adalah PPP, Golkar, PKS, dan Partai Demokrat.
Sementara, bakal calon (balon) kepala daerah dari PDI Perjuangan belum juga diumumkan hingga Jumat. DPC PDI Perjuangan Sleman telah mengajukan dua nama, yakni Yuni Satia Rahayu dan Rendradi Suprihandoko. Namun, rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan belum diterima pengurus DPC.
“Kami belum dengar dan menerima surat rekomendasinya,” kata Ketua DPC PDIP Sleman, Koeswanto.
Menurutnya, belum diterimanya rekomendasi nama balon kepala daerah dari DPP PDI Perjuangan adalah sebuah strategi politik.
“Bisa jadi mendekati penutupan pendaftaran, [rekomendasi] baru turun. Tetapi yang jelas kalau rekomendasi turun sebelum pendaftaran dibuka [Minggu], PDI Perjuangan akan daftar ke KPU Senin,” kata dia.
Kamis (23/7/2015) malam pihaknya sudah melakukan rapat internal tingkat DPC. Dalam kesempatan itu ia berpesan agar siapapun balon terpilih segera menyiapkan berkas pendafataran. Pendaftaran balon kepala daerah dibuka pada 26-28 Juli 2015.
Di sisi lain, partai lain seperti Gerindra juga belum mengeluarkan keputusan. Di tingkat pusat, Gerindra adalah anggota Koalisi Merah Putih (KMP) bersama PAN.
“Kami mengusung Danang Wicaksana. Jadi bupati atau wakil, lihat nanti,” kata Ketua DPC Gerindra Sleman, Sukaptono.
Sementara itu, PKB belum menentukan arah politik di Pilkada Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng menyiapkan koridor baru Trans Jateng Gelangmanggung pada 2027 yang menghubungkan Temanggung, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang.
Sphephelo Sithole jadi pemain pertama kena kartu merah di Piala Dunia 2026. Pelanggaran DOGSO di menit 49 vs Meksiko. Suspensi otomatis.
10 tanda bos toxic: suka micromanaging, tidak punya empati, target tidak realistis, gemar cari kambing hitam. Simak dampak dan cara mengatasinya.
Motor turun mesin bisa menyebabkan biaya perbaikan jutaan rupiah. Kenali 7 penyebab utamanya dan cara sederhana mencegah kerusakan mesin sejak dini.
Rupiah stagnan di Rp17.975 per dolar AS, harga kebutuhan pokok masih tinggi. Tekanan impor dan BBM non-subsidi memengaruhi daya beli masyarakat.
IHSG naik 74 poin (1,26%) ke 5.960, LQ45 naik 1,70% ke 596 di awal perdagangan Jumat. Aksi beli masif warnai bursa.