Viral Menu MBG Ada Belatung di Wonogiri, Ini Penjelasan BGN
Menu MBG di SMKN 1 Bulukerto, Wonogiri, diduga mengandung belatung. BGN menyebut temuan awal sebagai ulat sayur dan akan melakukan pengecekan.
Ilustrasi pilkada (JIBI/Solopos/Dok)
Pilkada 2015, Nasdem DIY tak berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Pilkada Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN—Koalisi partai politik di tingkat nasional ternyata tak berlaku dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di DIY.
Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di DIY pecah. Pada Pilkada Sleman, Partai Nasdem, yang di tingkat pusat bergabung di PDI Perjuangan, justru berlabuh ke PAN. Keputusan ini diambil Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem DIY untuk mendukung pilkada di tiga kabupaten di DIY.
“Kami mengusulkan incumbent. Gunungkidul Badingah dan Imawan Wahyudi, Bantul, Ida [Sri Surya Widati] dan Misbahul Munir, serta Sleman kepada Sri Purnomo,” ujar Ketua DPW Nasdem DIY, Subardi, Jumat (24/7/2015).
Saat ini, PAN belum memutuskan siapa yang maju mendampingi Sri Purnomo sebagai calon Wakil Bupati Sleman. Namun DPC Nasdem Sleman telah mengajukan tiga nama. Mereka adalah Sukamto (PKB), Muslimatun (PDI Perjuangan), dan Warih Wulandari (PDI Perjuangan). Nama-nama tersebut menjadi pertimbangan partai-partai
yang berkoalisi dengan PAN dan juga Sri Purnomo.
Adapun Partai Nasdem tak mengusung calon untuk wakil bupati. “Kader kami belum dikenal rakyat, bagaimana kami akan dipilih? Kami lebih baik ikuti dinamika politik,” ujar dia.
Terkait pecahnya koalisi, Subardi menjelaskan daerah memiliki otoritas untuk menentukan peta persekutuan.
“Koalisi di tingkat pusat adalah kebijakan pemimpin di tingkat pusat. Kalau daerah ya daerah. Daerah tidak mengikat dengan pusat,” ucapnya.
Dengan bergabungnya Nasdem ke PAN, dukungan untuk Sri Purnomo tambah banyak. Partai lain yang telah bergabung dengan PAN adalah PPP, Golkar, PKS, dan Partai Demokrat.
Sementara, bakal calon (balon) kepala daerah dari PDI Perjuangan belum juga diumumkan hingga Jumat. DPC PDI Perjuangan Sleman telah mengajukan dua nama, yakni Yuni Satia Rahayu dan Rendradi Suprihandoko. Namun, rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan belum diterima pengurus DPC.
“Kami belum dengar dan menerima surat rekomendasinya,” kata Ketua DPC PDIP Sleman, Koeswanto.
Menurutnya, belum diterimanya rekomendasi nama balon kepala daerah dari DPP PDI Perjuangan adalah sebuah strategi politik.
“Bisa jadi mendekati penutupan pendaftaran, [rekomendasi] baru turun. Tetapi yang jelas kalau rekomendasi turun sebelum pendaftaran dibuka [Minggu], PDI Perjuangan akan daftar ke KPU Senin,” kata dia.
Kamis (23/7/2015) malam pihaknya sudah melakukan rapat internal tingkat DPC. Dalam kesempatan itu ia berpesan agar siapapun balon terpilih segera menyiapkan berkas pendafataran. Pendaftaran balon kepala daerah dibuka pada 26-28 Juli 2015.
Di sisi lain, partai lain seperti Gerindra juga belum mengeluarkan keputusan. Di tingkat pusat, Gerindra adalah anggota Koalisi Merah Putih (KMP) bersama PAN.
“Kami mengusung Danang Wicaksana. Jadi bupati atau wakil, lihat nanti,” kata Ketua DPC Gerindra Sleman, Sukaptono.
Sementara itu, PKB belum menentukan arah politik di Pilkada Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menu MBG di SMKN 1 Bulukerto, Wonogiri, diduga mengandung belatung. BGN menyebut temuan awal sebagai ulat sayur dan akan melakukan pengecekan.
Sunmor Ledok Asri Grajegan di Seyegan, Sleman, diapresiasi DPRD sebagai wadah pemasaran UMKM dan penggerak ekonomi masyarakat.
Yusril Ihza Mahendra menyebut usulan perubahan definisi korupsi perlu dikaji mendalam, termasuk kesesuaiannya dengan konvensi antikorupsi PBB.
PT Jogja Makmur Sejahtera merayakan satu tahun perjalanan dengan menyalurkan bantuan 32 tangki air bagi warga Gunungkidul bersama Dompet Dhuafa
Komisi C DPRD Kota Jogja menekankan empat prinsip pelaksanaan program OPD serta menyoroti mitigasi banjir dan kebakaran di kawasan kampung.
Wabah Ebola telah menyebar ke delapan provinsi RD Kongo. WFP menyebut hampir 3,5 juta orang menghadapi krisis pangan akut.