Daftar Harga BBM 21 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, BP
Harga BBM 21 Oktober 2026 di Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell. Simak daftar lengkap harga bensin dan diesel per liter.
Ilustrasi pilkada (JIBI/Solopos/Dok)
Pilkada 2015, Nasdem DIY tak berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Pilkada Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN—Koalisi partai politik di tingkat nasional ternyata tak berlaku dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di DIY.
Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di DIY pecah. Pada Pilkada Sleman, Partai Nasdem, yang di tingkat pusat bergabung di PDI Perjuangan, justru berlabuh ke PAN. Keputusan ini diambil Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem DIY untuk mendukung pilkada di tiga kabupaten di DIY.
“Kami mengusulkan incumbent. Gunungkidul Badingah dan Imawan Wahyudi, Bantul, Ida [Sri Surya Widati] dan Misbahul Munir, serta Sleman kepada Sri Purnomo,” ujar Ketua DPW Nasdem DIY, Subardi, Jumat (24/7/2015).
Saat ini, PAN belum memutuskan siapa yang maju mendampingi Sri Purnomo sebagai calon Wakil Bupati Sleman. Namun DPC Nasdem Sleman telah mengajukan tiga nama. Mereka adalah Sukamto (PKB), Muslimatun (PDI Perjuangan), dan Warih Wulandari (PDI Perjuangan). Nama-nama tersebut menjadi pertimbangan partai-partai
yang berkoalisi dengan PAN dan juga Sri Purnomo.
Adapun Partai Nasdem tak mengusung calon untuk wakil bupati. “Kader kami belum dikenal rakyat, bagaimana kami akan dipilih? Kami lebih baik ikuti dinamika politik,” ujar dia.
Terkait pecahnya koalisi, Subardi menjelaskan daerah memiliki otoritas untuk menentukan peta persekutuan.
“Koalisi di tingkat pusat adalah kebijakan pemimpin di tingkat pusat. Kalau daerah ya daerah. Daerah tidak mengikat dengan pusat,” ucapnya.
Dengan bergabungnya Nasdem ke PAN, dukungan untuk Sri Purnomo tambah banyak. Partai lain yang telah bergabung dengan PAN adalah PPP, Golkar, PKS, dan Partai Demokrat.
Sementara, bakal calon (balon) kepala daerah dari PDI Perjuangan belum juga diumumkan hingga Jumat. DPC PDI Perjuangan Sleman telah mengajukan dua nama, yakni Yuni Satia Rahayu dan Rendradi Suprihandoko. Namun, rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan belum diterima pengurus DPC.
“Kami belum dengar dan menerima surat rekomendasinya,” kata Ketua DPC PDIP Sleman, Koeswanto.
Menurutnya, belum diterimanya rekomendasi nama balon kepala daerah dari DPP PDI Perjuangan adalah sebuah strategi politik.
“Bisa jadi mendekati penutupan pendaftaran, [rekomendasi] baru turun. Tetapi yang jelas kalau rekomendasi turun sebelum pendaftaran dibuka [Minggu], PDI Perjuangan akan daftar ke KPU Senin,” kata dia.
Kamis (23/7/2015) malam pihaknya sudah melakukan rapat internal tingkat DPC. Dalam kesempatan itu ia berpesan agar siapapun balon terpilih segera menyiapkan berkas pendafataran. Pendaftaran balon kepala daerah dibuka pada 26-28 Juli 2015.
Di sisi lain, partai lain seperti Gerindra juga belum mengeluarkan keputusan. Di tingkat pusat, Gerindra adalah anggota Koalisi Merah Putih (KMP) bersama PAN.
“Kami mengusung Danang Wicaksana. Jadi bupati atau wakil, lihat nanti,” kata Ketua DPC Gerindra Sleman, Sukaptono.
Sementara itu, PKB belum menentukan arah politik di Pilkada Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga BBM 21 Oktober 2026 di Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell. Simak daftar lengkap harga bensin dan diesel per liter.
PSIM Jogja kehilangan Ze Valente untuk dua laga kandang melawan Borneo FC dan Dewa United setelah Komdis PSSI menjatuhkan hukuman tambahan.
Memori HP cepat penuh saat mengedit foto dan video? Kenali penyebabnya dan simak cara mengelola cache serta file sementara dengan aman.
Grand Hotel De Djokja meraih penghargaan Best Indonesian Heritage Hotel dari Exquisite Media atas komitmennya melestarikan warisan sejarah berusia 115 tahun.
AS Roma menjamu Cagliari pada 28 Oktober 2026 pukul 02.45 WIB. Simak prediksi laga, kondisi tim, dan perkiraan susunan pemain.
Bima Ayman Modjo merilis single debut Rindu yang Lirih pada 23 Oktober 2026, dengan keterlibatan sang ayah, Duta Sheila on 7.