15 Mobil Matic Bekas di Bawah Rp100 Juta, Harga Mulai Rp55 Juta
Daftar 15 mobil matic bekas di bawah Rp100 juta per 15 Oktober 2026, mulai Mazda CX-5 Rp55 juta hingga Honda Brio Rp99 juta.
Ilustrasi pilkada (JIBI/Solopos/Dok)
Pilkada 2015, Nasdem DIY tak berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Pilkada Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN—Koalisi partai politik di tingkat nasional ternyata tak berlaku dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di DIY.
Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di DIY pecah. Pada Pilkada Sleman, Partai Nasdem, yang di tingkat pusat bergabung di PDI Perjuangan, justru berlabuh ke PAN. Keputusan ini diambil Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem DIY untuk mendukung pilkada di tiga kabupaten di DIY.
“Kami mengusulkan incumbent. Gunungkidul Badingah dan Imawan Wahyudi, Bantul, Ida [Sri Surya Widati] dan Misbahul Munir, serta Sleman kepada Sri Purnomo,” ujar Ketua DPW Nasdem DIY, Subardi, Jumat (24/7/2015).
Saat ini, PAN belum memutuskan siapa yang maju mendampingi Sri Purnomo sebagai calon Wakil Bupati Sleman. Namun DPC Nasdem Sleman telah mengajukan tiga nama. Mereka adalah Sukamto (PKB), Muslimatun (PDI Perjuangan), dan Warih Wulandari (PDI Perjuangan). Nama-nama tersebut menjadi pertimbangan partai-partai
yang berkoalisi dengan PAN dan juga Sri Purnomo.
Adapun Partai Nasdem tak mengusung calon untuk wakil bupati. “Kader kami belum dikenal rakyat, bagaimana kami akan dipilih? Kami lebih baik ikuti dinamika politik,” ujar dia.
Terkait pecahnya koalisi, Subardi menjelaskan daerah memiliki otoritas untuk menentukan peta persekutuan.
“Koalisi di tingkat pusat adalah kebijakan pemimpin di tingkat pusat. Kalau daerah ya daerah. Daerah tidak mengikat dengan pusat,” ucapnya.
Dengan bergabungnya Nasdem ke PAN, dukungan untuk Sri Purnomo tambah banyak. Partai lain yang telah bergabung dengan PAN adalah PPP, Golkar, PKS, dan Partai Demokrat.
Sementara, bakal calon (balon) kepala daerah dari PDI Perjuangan belum juga diumumkan hingga Jumat. DPC PDI Perjuangan Sleman telah mengajukan dua nama, yakni Yuni Satia Rahayu dan Rendradi Suprihandoko. Namun, rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan belum diterima pengurus DPC.
“Kami belum dengar dan menerima surat rekomendasinya,” kata Ketua DPC PDIP Sleman, Koeswanto.
Menurutnya, belum diterimanya rekomendasi nama balon kepala daerah dari DPP PDI Perjuangan adalah sebuah strategi politik.
“Bisa jadi mendekati penutupan pendaftaran, [rekomendasi] baru turun. Tetapi yang jelas kalau rekomendasi turun sebelum pendaftaran dibuka [Minggu], PDI Perjuangan akan daftar ke KPU Senin,” kata dia.
Kamis (23/7/2015) malam pihaknya sudah melakukan rapat internal tingkat DPC. Dalam kesempatan itu ia berpesan agar siapapun balon terpilih segera menyiapkan berkas pendafataran. Pendaftaran balon kepala daerah dibuka pada 26-28 Juli 2015.
Di sisi lain, partai lain seperti Gerindra juga belum mengeluarkan keputusan. Di tingkat pusat, Gerindra adalah anggota Koalisi Merah Putih (KMP) bersama PAN.
“Kami mengusung Danang Wicaksana. Jadi bupati atau wakil, lihat nanti,” kata Ketua DPC Gerindra Sleman, Sukaptono.
Sementara itu, PKB belum menentukan arah politik di Pilkada Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daftar 15 mobil matic bekas di bawah Rp100 juta per 15 Oktober 2026, mulai Mazda CX-5 Rp55 juta hingga Honda Brio Rp99 juta.
Bantuan jagung SPHP di Temanggung diusulkan menjangkau 399 peternak untuk menekan biaya pakan dan menjaga usaha ayam petelur.
Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta melepas 1.635 lulusan Periode II/2026 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Minggu (18/10).
Sebanyak 37 manajer KDMP ditempatkan di Kulonprogo sejak 1 Oktober 2026. Sejumlah gerai belum beroperasi dan koordinasi tugas menjadi sorotan.
BPBD Hulu Sungai Selatan mengapresiasi PT Subur Agro Makmur, anak usaha AALI, yang membantu menangani karhutla di lahan warga melalui dukungan personel
Pemerintahan Prabowo-Gibran mencatat capaian energi, mulai dari penghematan devisa biodiesel hingga target PLTS 100 GWp dan listrik desa.