Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Hipertensi menyerang banyak warga di pedesaan Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Penderita darah tinggi di Gunungkidul makin sering dijumpai. Hal ini terlihat dalam beberapa pelayanan di sejumlah puskesmas mulai dari Kecamatan Tepus, Semin dan Karangmojo.
Meski tidak menular, penyakit ini harus ditangani dengan benar. Pasalnya jika salah dalam penanganan, selain terus kambuh http://www.solopos.com/2013/07/06/kasus-hipertensi-fast-food-jadi-pemicu-40-persen-penduduk-indonesia-kena-darah-tinggi-423235" target="_blank">hipertensi juga bisa memicu kematian.
Dokter Puskesmas Karangmojo 2, Nuri Cahyawati mengaku sering mendapatkan keluhan tentang penyakit ini. Bahkanhttp://www.solopos.com/2012/12/10/waspadai-hati-kaum-muda-juga-berisiko-terserang-hipertensi-356021" target="_blank"> hipertensi masuk sepuluh besar penyakit yang dirasakan oleh masyarakat. “Jumlahnya banyak dan saat bertugas, saya sering mendapatkan keluhan ini dari pasien,” kata Nuri kepada wartawan, Senin (30/11/2015).
Menurut dia, kondisi yang sama juga terjadi di Puskesmas 1 dan 2 Semin. Seperti yang terjadi di Karangmojo, saat masih bertugas di dua puskesmas itu, ia mengaku sering mendapatkan keluhan yang sama. “Penyebab penyakit ini sangat banyak, mulai dari pola makan hingga faktor usia,” tutur dia.
Kondisi tak jauh berbeda juga dialami warga Dusun Blekonang 1 dan 2, Desa Tepus, Kecamatan Tepus. Saat ada bakti sosial yang dilakukan oleh Rumah Sakit Bethesda ditemukan fakta, bahwa masyarakat di dua dusun itu banyak mengalami tekanan darah tinggi. “Jadi ini di luar dugaan kami, ternyata masyarakat desa banyak yang terkena hipertensi,” terang Koordinator bakti sosial Heni Pesik kepada wartawan akhir pekan lalu.
Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari Ida Rochmawaty mengatakan, penyebab hipertensi disebabkan oleh banyak faktor. Penyakit ini bisa menyerang karena umur, gaya hidup, tingkat stres atau merupakan komplikasi dari beberapa penyakit yang sudah diderita. “Bahkan penyakit ini juga bisa bersumber dari keturunan,” kata Ida.
Dia menjelaskan, selain dilakukan pengobatan rutin, upaya pencegahan bisa dilakukan dengan cara memberikan pemahaman kepada masyarakat akan arti penting pola hidup sehat. Selain itu, juga perlu diberikan pemahaman tentang manajemen stress yang baik.
“Hipertensi yang akut bisa menyebabkan stroke. Jika sudah mencapai tingkat ini akan sulit disembuhkan. Oleh karena itu, untuk pencegahan dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat pola hidu sehat, tapi kalau sudah terkena bisa dilakukan dengan pengobatan yang rutin,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.